Jumat, 04 November 2016

Tugas Ilmu Budaya 2.2






KELOMPOK 4     :  M. RAFSANJANI (14216616)
                                  M.ILHAM PUTRA (14216926)
                                  NABILA NURUL AFIFA (15216215)
                                  NAJIB SETIAWAN (15216292)
                                  NINING RATMAWATI (15216443)
                                  NURWULAN OCTAVIANI (15216646)
                                  PURANDIKA RIZKI WIJAYA (15216809)
                                  RANINDYA PUTRI RAMADHINI (16216082)
KELAS                    : 1EA11
DOSEN                  : RAMITA HAPSARI



BUDYA PERNIKAHAN DALAM BUADAYA JAWA

Jawa memiliki banyak adat dan budaya yang beraneka ragam. kali ini kita akan membahas tentang penikahan adat budaya jawa. Jika kamu tinggal di Jawa, tentu familiar dengan janur kuning melengkung yang berada di depan rumah si wanita. Janur ini bermakna seperti papan reklame, semacam siaran untuk memberitahu masyarakat luas kalau ada pesta acara pernikahan. Tata cara prosesi pernikahan adat jawa yang sebenarnya dapat berlangsung lebih dari satu hari. Bahkan, pada zaman dahulu pesta acara pernikahan bisa sampai 7 hari karena adanya pertunjukan wayang. Nah, kali ini kita akan membahas dulu tata cara prosesi pernikahan adat jawa. Siapa tahu keluarga calon pasangan kamu termasuk yang memegang teguh adat istiadat.
BABAK 1
PEMBICARAAN

Tahapan ini intinya mencakup tahap pembicaraan pertama sampai tingkat melamar.
a.Congkog
Seorang perwakilan/duta diutus untuk menanyakan dan mencari informasi tentang kondisi dan situasi calon besan yang putrinya akan dilamar. Tugas duta yang utama ialah menanyakan status calon mempelai perempuan, masih sendiri atau sudah ada pihak yang mengikat.

b.Salar
Jawaban pada acara Congkog akan ditanyakan pada acara Salar yang dilaksanakan oleh seorang duta, baik oleh duta yang pertama atau orang lain.

c.Nontoni
Setelah lampu hijau diberikan oleh calon besan kepada calon mempelai pria, maka orang tua, keluarga besar beserta calon mempelai pria datang berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk saling "dipertontonkan". Dalam kesempatan ini orang tua dapat membaca kepribadian, bentuk fisik, raut muka, gerak-gerik dan hal lainnya dari si calon menantu.

d. Nglamar
Utusan dari orangtua calon mempelai pria datang melamar pada hari yang telah ditetapkan. Biasanya sekaligus menentukan waktu hari pernikahan dan kapan dilakukan rangkaian upacara pernikahan.


BABAK 2
TAHAP KESAKSIAN

Setelah melalui tahapan pembicaraan, dilaksanakanlah peneguhan pembicaraan yang disaksikan pihak ketiga, seperti kerabat, tetangga, atau sesepuh.

a.Srah-srahan
Penyerahan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara hingga acara selesai dengan barang-barang yang masing-masing mempunyai arti dan makna mendalam di luar dari materinya sendiri, yaitu berupa cincin, seperangkat busana wanita, perhiasan, makanan tradisional, buah-buahan, daun sirih, dan uang.

b.Peningsetan
Lambang kuatnya ikatan pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan ditandai dengan tukar cincin oleh kedua calon mempelai.
                Peningsetan  

c.AsokTukon
Penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan keluarga pengantin wanita.




 d.Paseksen
Yaitu proses permohonan doa restu dan yang menjadi saksi acara ini adalah mereka yang hadir. Selain itu, juga ada pihak yang ditunjuk menjadi saksi secara khusus yang mendapat ucapan terima kasih yang dinamakan Tembaga Miring (berupa uang dari pihak calon besan).

e.GethokDina
Penentuan hari ijab kabul dan resepsi. Biasanya melibatkan seseorang yang ahli dalam memperhitungkan hari, tanggal, dan bulan yang baik atau kesepakatan dari kedua belah pihak saja.


BABAK 3
TAHAP SIAGA

Pembentukan panitia dan pelaksana kegiatan yang melibatkan para sesepuh atau sanak saudara.

a.Sedhahan
Mencakup pembuatan hingga pembagian surat undangan.




b.Kumbakarnan
Pertemuan untuk membentuk panitia hajatan dengan mengundang sanak saudara, keluarga, tetangga, dan kenalan. Termasuk membicarakan rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana.

c.Jenggolan
Calon mempelai melapor ke KUA. Tata cara ini sering disebut tandhakan atau tandhan, artinya memberitahukan dan melaporkan pada pihak kantor pencatatan sipil bahwa akan ada hajatan pernikahan yang dilanjutkan dengan pembekalan pernikahan.


BABAK 4
TAHAPAN RANGKAIAN UPACARA

Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), Yang terdiri dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. Pasangan pengantin saling cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Dekorasi yang lain yang disiapkan adalah kembang mayang, yaitu suatu karangan bunga yang terdiri dari sebatang pohon pisang dan daun pohon kelapa.



a.Pasang Tratag dan Tarub
Merupakan tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu pada masyarakat. Tarub berarti hiasan dari janur kuning atau daun kelapa muda yang disuwir-suwir (disobek-sobek) dan dipasang di sisi tratag serta ditempelkan pada pintu gerbang tempat resepsi agar terlihat meriah. Bila ingin dilengkapi, boleh dilanjutkan dengan uba rambe selamatan dengan sajian makanan nasi uduk, nasi asahan, nasi golong, kolak ketan, dan apem.


b.KembarMayang
Sering disebut Sekar Kalpataru Dewandaru, lambang kebahagiaan dan keselamatan. Benda ini biasa menghiasi panti/ asasana wiwara yang digunakan dalam acara panebusing kembar mayang dan upacara panggih. Bila acara sudah selesai, kembar mayang akan dibuang di perempatan jalan, sungai, atau laut agar kedua mempelai selalu ingat asal muasalnya.

c.PasangTuwuhan(Pasren)
Tuwuhan atau tumbuh-tumbuhan yang melambangkan isi alam semesta dan memiliki makna tersendiri dalam budaya Jawa dipasang di pintu masuk tempat duduk pengantin atau tempat pernikahan.



d.Siraman
Upacara Siraman mengandung arti memandikan calon pengantin yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin. Tahapan-tahapannya antara lain; calon mempelai mohon doa restu kedua orangtuanya, lalu mereka (calon mempelai pria dan wanita) duduk di tikar pandan, kemudian disiram oleh pinisepuh, orangtua, dan orang lain yang ditunjuk. Terakhir, calon mempelai disiram air kendi oleh bapak ibunya sambil berkata "Niat Ingsun ora mecah kendi nanging mecah pamore anakku wadon" dan kendi kosongnya dipecahkan ke lantai.



e.AdolDhawet(Jualdawet)
Usai siraman, dilakukan acara jual dawet. Penjualnya adalah ibu calon pengantin wanita yang dipayungi oleh ayah calon pengantin wanita. Pembelinya yaitu para tamu yang hadir, yang menggunakan pecahan genting sebagai uang.

f.Paes
Upacara menghilangkan rambut halus yang tumbuh di sekitar dahi agar tampak bersih dan wajahnya bercahaya, kemudian merias wajah calon pengantin. Paes sendiri menyimbolkan harapan kedudukan yang luhur diapit lambing bapak ibu dan keturunan.

g.Midodareni
Upacara Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik Dewi Widodari. Orangtua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab sang suami.

h.Selametan
Berdoa bersama untuk memohon berkah keselamatan menyongsong pelaksanaan ijab kabul dan akad nikah.

i.Nyantri
Upacara penyerahan dan penerimaan dengan ditandai datangnya calon pengantin pria berserta pengiringnya.


Dalam acara ini calon pengantin pria mohon diijabkan. Atau kalau acara ijab diadakan besok, kesempatan ini dimanfaatkan sebagai pertemuan perkenalan dengan sanak saudara terdekat di tempat mempelai pria. Bila ada kakak perempuan yang dilangkahi, acara penting lainnya yaitu pemberian restu dan hadiah yang disesuaikan kemampuan mempelai dalam Plangkahan.


BABAK 5
Puncak dari rangkaian acara dan merupakan inti acara.


a.UpacaraIjab
Sebagai prosesi pertama pada puncak acara ini adalah pelaksanaan ijab yang melibatkan pihak penghulu dari KUA. Setelah acara ini berjalan dengan lancar dan dianggap sah, maka kedua mempelai resmi menjadi suami istri.

b.UpacaraPanggih
Setelah upacara ijab selesai, kemudian dilanjutkan dengan upacara panggih yang meliputi:
• Liron kembar mayang atau saling menukar kembang mayang dengan makna dan tujuan bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.
• Gantal atau lempar sirih dengan harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan itu.
• Ngidak endhog atau pengantin pria menginjak telur ayam kemudian dibersihkan atau dicuci kakinya oleh pengantin wanita sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya.
• Minum air degan (air buah kelapa) yang menjadi lambang air suci, air hidup, air mani dan dilanjutkan dengan di-kepyok bunga warna-warni dengan harapan keluarga mereka dapat berkembang segala-segalanya dan bahagia lahir batin.
• Masuk ke pasangan bermakna pengantin menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban.
• Sindur yaitu menyampirkan kain (sindur) ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup.
Setelah upacara panggih, kedua mempelai diantar duduk di sasana riengga. Setelah itu, acara pundilanjutkan.
• Timbangan atau kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita sebagai simbol sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin.
• Kacar-kucur dijalankan dengan cara pengantin pria mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya. Simbol bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.
• Dulangan atau kedua pengantin saling menyuapi. Mengandung kiasan laku perpaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan (simbol seksual). Ada juga yang memaknai lain, yaitu tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) dilambangkan dengan sembilan tumpeng.

c.UpacaraBabakKawah
Upacara ini khusus untuk keluarga yang baru pertama kali hajatan mantu putri sulung. Ditandai dengan membagi harta benda seperti uang receh, beras kuning, umbi-umbian dan lain-lain.

d.TumplekPunjen
Numplak artinya menumpahkan, punjen artinya berbeda beban di atas bahu. Makna dari Tumplek Punjen yaitu lepas sudah semua darma orangtua kepada anak. Tata cara ini dilaksanakan bagi orang yang tidak akan bermenantu lagi atau semua anaknya sudah menikah.

e.Sungkeman
sebagai ungkapan bakti kepada orang tua serta mohon doa restu.

f.Kirab
adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan saat pengantin berdua meninggalkan tempat duduknya untuk berganti busana.


WAWANCARA

kelompok         :  tahapan-tahapan dalam upacara pernikahan adat jawa ada apa aja?

Narasumber    : ya kalo saya waktu itu sih ada beberapa sesi, tapi saya nggak terlalu  banyak sesi karna saya menikah bukan sama orang jawa jadi hanya bebera presepsi yang di jalanin. Yang pertama itu ada lamaran, seserahan, akad nikah, pemakaian cincin, dan yang terakhir ngunduh mantu.

kelompok         : Apakah ada makna atau symbol yang ada di upacara pernikahan tersebut?

Narasumber     : kalo makna sih pasti ada contohnya pemakaian cincin itu melambangkan pengikatan kedua mempelai terus ada lagi siraman itu bermakna pembersihan diri-diri dari hal negatif

Kelompok        : Pantangan apa saja yang ada dalam upacara pernikahan adat jawa?

Narasumber     : kalo pantangan ada Cuma saya kurang tau yang saya tau Cuma  pantangan di tanggal pernikahan saja biasanya tidak boleh pas hari-hari aneh biasanya diambil di neton mempelai

Kelompok        :Apa ciri khas baju pengantin adat jawa?

Narasumber   : kalo ciri khas pasti mereka mengenakan kebaya dan pasti ada sanggul untuk memepelai wanita. Sedangkan laki-laki pasti mengenakan pakaian khas jawa dan jarik untuk sarungnya oh dan satu lagi pasti mereka memakai keris di belakangnya di tambah belankon.








Kamis, 03 November 2016

Tugas Ilmu Budaya 2.1

Nama: Nabila Nurul Afifa
kelas : 1EA11
NPM : 15216215
MEMBUAT NOVEL BERTEMAKAN CINTA



                                  Semanis Milo Hangat

                Di term pertama dimi memasuki kelas baru disalah satu tempat less terkenal di bekasi. Satu hal yang biasa dilakukan anak baru adalah memperkenalkan diri, begitu juga dimi. Dengan kelas yang memiliki barisan kursi berbentuk setengah lingkaran dimi memandang seluruh kelas. Mata tertuju kepada salah satu cewe dengan rambut hitam bagus seperti sol sepatu memakai baju hitam, celan hitam dan sepatu berwarna hitam, “asik banget baca buku sendirian”, kata Dimi. Menarik tapi Dimi cuek saat itu. Sampai saat berdiskusi dimulai, Dimi dipasangkan dengan Rossen. Cuek adalah kesan pertama yang ditangkap Dimi kepada Rossen. Tanpa basa basi Dimi mengeluarkan kertas untuk mereka kerja kelompok, Dimi menuliskan nama di kertas itu dan tak lama Dimi bertanya untuk mencairkan suasana. “namanya siapa?” Rossen pun menjawab dengan dingin “Rossen” tanpa berfikir panjang DImi menjawab “ooooo nama yang bagus” tanpa melihat Dimi sedikitpun, Rossen diam tidak merespon perkataan Dimi tadi. Rossen yang dingin dan cenderung suka membaca buku tidak menghiraukan apa-apa. Dimi kebingungkan berkata “sini, gue bantu” dan Dimi yang tadinya berfikir “sombong banget dia” merubah fikirannya menjadi “bias ngomong juga dia haha” akhirnya setelah berdiskusi standard dan gak asik hari itu pun selesai.
            Karena malas pulang Dimi duduk-duduk di depan tempat less itu, dan ternyata Rossen belum pulang dan masih dengan posisi dinginnya sambil membaca buku. Entah apa yang ada difikiran Dimi, dia berjalan menuju Rossen dengan secangkir milo di tangannya, sesampainya di depan Rossen dia bertanya dengan polos “mau?” Rossen dengan kaget menatap Dimi dan menjawab “makasih” sambil mengambil milo tersebut. Dimi memulai percakapan dengan santai “kok belum pulang?” Rossen menjawab “iya, masih nunggu dijemput mama” dengan kepo Dimi bertanya “ lo suka banget baca ya?” Rossen menjawab “iya, banget” Dimi pun tambah kepo dengan Rossen dan bertanya “kenapa suka buku yang tebel-tebel gini?” Rossen menutup bukunya lalu menatap Dimi “baca buku itu bikin lo pinter, pandangan lo terbuka, lo bias tau dunia kaya apa Cuma dengan baca buku”. Panjang lebar Dimi dan Rossen berbincang tentang buku, sampai Rossen dijemput mamanya dan mengatakan “gue pulang dulu ya. Makasih udah nemenin, oia milonya juga makasih” dan untuk pertama kalinya dia senyum ke Dimi.
            Banyak orang bilang “lo gak bakal tau hidup lo besok gimana dan sama siapa” makin hari, Dimi sering mikirin Rossen. Tiga hari kemudian Dimi bertemu Rossen lagi, seperti sebelumnya, Rossen membaca buku. Bahkan untuk sekedar menyapa tak sempat. Les hari ini pun selesai dengan suasana dinginnya hujan Dimi menghampiri Rossen yang belum di jemput dengan memebawa dua gelas milo hangat. Dimi yang tidak terlalu suka baca buku hanya duduk dan menanyakan beberapa hal kepada Rossen yang sedang serius membaca. Rossen yang melihat Dimi diam memberi tantangan kepada imi “eh kalo lo bias namatin buku ini dan ceritain ke gue, gue gak akan baca buku selama less disini, sebulan 10 hari” Dimi yang ngerasa di tantang meng-iyakan tantangan itu, sedangkan jika Dimi kalah, Dimi akan mentraktir Rossen selama 2 bulan. Rossen dan Dimi setuju dengan perjanjian mereka.

            Besoknya Rossen memberikan buku harry potter yang tebalnya bagaikan yellowpages, butuh 3 minggu untuk Dimi menyelesaikan buku itu, dan secara otomatis Dimi kalah dalam tantangan kali ini. Melihat Dimi yang menyelesaikan buku tersebut selama 3 minggu, Rossen tertawa semua itu membuat Dimi dan Rossen semakin dekat tapi Dimi baru menyadari selama dia membelikan Rossem milo, Rossen juga tidak membaca buku di tempat lessnya. Berawal dari tantangan Rossen, Dimi jadi suka baca buku-buku terutama buku fiksi dan benih-benih asmara pun muncul saat itu juga. Sampai suatu hari yang hujan sepulang less Dimi memulai pembicaraan dengan quotes “happiness depends upon ourselves” Rossen yang sedang minum segelas milo melihat Dimi dan menjawan “sebenernya maksudnya kebahagian itu apa?” dimi menjawab “mungkin bahagia itu kaya minum milo hangat dikala dingin”, kata Rossen dan saat itu juga Dimi menyadari kalau dia memang suka dengan Rossen.