Sabtu, 17 Desember 2016

Tugas Ilmu Budaya 3

ALBERT EINSTEIN


Albert Einstein (lahir di Ulm, Kerajaan Württemberg, Kerajaan Jerman, 14 Maret 1879 – meninggal di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 18 April 1955 pada umur 76 tahun) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan “pengabdiannya bagi Fisika Teoretis”.

Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan “Tokoh Abad Ini” oleh majalah Time. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.

Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang “kosong” ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.

Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana “menjelaskan dirinya secara benar”. Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.

Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis “Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen” (“On a new determination of molecular dimensions”) pada tahun 1905 dari Universitas Zürich. Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya.

Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke “Annalen der Physik”. Mereka biasanya ditujukan kepada “Annus Mirabilis Papers” (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.


PANDANGAN HIDUP Albert Einstei
Bila tak ada harga yang perlu dibayar, barang itu ta ada nilainya.

Saya yakin bahwa kehidupan yang sederhana dan tidak sombong merupakan hal yang baik bagi setiap orang, secara jasmani maupun rohani.
Hanya kehidupan yang diabdikan bagi orang lainlah yang merupakan kehidupan yang berharga.

Situasi kita di bumi ini aneh. Kita masing – masing dating untuk berkunjung sebentar, tanpa mengetahui mengapa, namun kadang-kadang harus menebak suatu maksud.

Hidup seseorang baru mempunyai maknahanya jika kehidupan itu mendukung kehidupan setiap mahluk hidup menjadi lebih mulia dan lebih indah. Hidup itu suci, artinya, hidup adalah nilai paling tinggi dimana semua nilai yang lain merupakan subordinat.

Andaikata arah perjalanan kehidupan sehari-hari yang diharapkan terganggu, kita menyadari bahwa kita itu seperti penumpang kapal karam yang berusaha menjaga keseimbangannyadiatas sebilah papan keropos dilaut terbuka, melupakan darimana mereka berasal dan tidak mengetahui kemana mereka hanyut.


DOSEN      :RAMITA HAPSARI
NAMA        :NABILA NURUL AFIFA 
KELAS        :1EA11
NPM           :15216215
JURUSAN  :MANAJEMEN 


Jumat, 04 November 2016

Tugas Ilmu Budaya 2.2






KELOMPOK 4     :  M. RAFSANJANI (14216616)
                                  M.ILHAM PUTRA (14216926)
                                  NABILA NURUL AFIFA (15216215)
                                  NAJIB SETIAWAN (15216292)
                                  NINING RATMAWATI (15216443)
                                  NURWULAN OCTAVIANI (15216646)
                                  PURANDIKA RIZKI WIJAYA (15216809)
                                  RANINDYA PUTRI RAMADHINI (16216082)
KELAS                    : 1EA11
DOSEN                  : RAMITA HAPSARI



BUDYA PERNIKAHAN DALAM BUADAYA JAWA

Jawa memiliki banyak adat dan budaya yang beraneka ragam. kali ini kita akan membahas tentang penikahan adat budaya jawa. Jika kamu tinggal di Jawa, tentu familiar dengan janur kuning melengkung yang berada di depan rumah si wanita. Janur ini bermakna seperti papan reklame, semacam siaran untuk memberitahu masyarakat luas kalau ada pesta acara pernikahan. Tata cara prosesi pernikahan adat jawa yang sebenarnya dapat berlangsung lebih dari satu hari. Bahkan, pada zaman dahulu pesta acara pernikahan bisa sampai 7 hari karena adanya pertunjukan wayang. Nah, kali ini kita akan membahas dulu tata cara prosesi pernikahan adat jawa. Siapa tahu keluarga calon pasangan kamu termasuk yang memegang teguh adat istiadat.
BABAK 1
PEMBICARAAN

Tahapan ini intinya mencakup tahap pembicaraan pertama sampai tingkat melamar.
a.Congkog
Seorang perwakilan/duta diutus untuk menanyakan dan mencari informasi tentang kondisi dan situasi calon besan yang putrinya akan dilamar. Tugas duta yang utama ialah menanyakan status calon mempelai perempuan, masih sendiri atau sudah ada pihak yang mengikat.

b.Salar
Jawaban pada acara Congkog akan ditanyakan pada acara Salar yang dilaksanakan oleh seorang duta, baik oleh duta yang pertama atau orang lain.

c.Nontoni
Setelah lampu hijau diberikan oleh calon besan kepada calon mempelai pria, maka orang tua, keluarga besar beserta calon mempelai pria datang berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk saling "dipertontonkan". Dalam kesempatan ini orang tua dapat membaca kepribadian, bentuk fisik, raut muka, gerak-gerik dan hal lainnya dari si calon menantu.

d. Nglamar
Utusan dari orangtua calon mempelai pria datang melamar pada hari yang telah ditetapkan. Biasanya sekaligus menentukan waktu hari pernikahan dan kapan dilakukan rangkaian upacara pernikahan.


BABAK 2
TAHAP KESAKSIAN

Setelah melalui tahapan pembicaraan, dilaksanakanlah peneguhan pembicaraan yang disaksikan pihak ketiga, seperti kerabat, tetangga, atau sesepuh.

a.Srah-srahan
Penyerahan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara hingga acara selesai dengan barang-barang yang masing-masing mempunyai arti dan makna mendalam di luar dari materinya sendiri, yaitu berupa cincin, seperangkat busana wanita, perhiasan, makanan tradisional, buah-buahan, daun sirih, dan uang.

b.Peningsetan
Lambang kuatnya ikatan pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan ditandai dengan tukar cincin oleh kedua calon mempelai.
                Peningsetan  

c.AsokTukon
Penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan keluarga pengantin wanita.




 d.Paseksen
Yaitu proses permohonan doa restu dan yang menjadi saksi acara ini adalah mereka yang hadir. Selain itu, juga ada pihak yang ditunjuk menjadi saksi secara khusus yang mendapat ucapan terima kasih yang dinamakan Tembaga Miring (berupa uang dari pihak calon besan).

e.GethokDina
Penentuan hari ijab kabul dan resepsi. Biasanya melibatkan seseorang yang ahli dalam memperhitungkan hari, tanggal, dan bulan yang baik atau kesepakatan dari kedua belah pihak saja.


BABAK 3
TAHAP SIAGA

Pembentukan panitia dan pelaksana kegiatan yang melibatkan para sesepuh atau sanak saudara.

a.Sedhahan
Mencakup pembuatan hingga pembagian surat undangan.




b.Kumbakarnan
Pertemuan untuk membentuk panitia hajatan dengan mengundang sanak saudara, keluarga, tetangga, dan kenalan. Termasuk membicarakan rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana.

c.Jenggolan
Calon mempelai melapor ke KUA. Tata cara ini sering disebut tandhakan atau tandhan, artinya memberitahukan dan melaporkan pada pihak kantor pencatatan sipil bahwa akan ada hajatan pernikahan yang dilanjutkan dengan pembekalan pernikahan.


BABAK 4
TAHAPAN RANGKAIAN UPACARA

Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), Yang terdiri dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. Pasangan pengantin saling cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Dekorasi yang lain yang disiapkan adalah kembang mayang, yaitu suatu karangan bunga yang terdiri dari sebatang pohon pisang dan daun pohon kelapa.



a.Pasang Tratag dan Tarub
Merupakan tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu pada masyarakat. Tarub berarti hiasan dari janur kuning atau daun kelapa muda yang disuwir-suwir (disobek-sobek) dan dipasang di sisi tratag serta ditempelkan pada pintu gerbang tempat resepsi agar terlihat meriah. Bila ingin dilengkapi, boleh dilanjutkan dengan uba rambe selamatan dengan sajian makanan nasi uduk, nasi asahan, nasi golong, kolak ketan, dan apem.


b.KembarMayang
Sering disebut Sekar Kalpataru Dewandaru, lambang kebahagiaan dan keselamatan. Benda ini biasa menghiasi panti/ asasana wiwara yang digunakan dalam acara panebusing kembar mayang dan upacara panggih. Bila acara sudah selesai, kembar mayang akan dibuang di perempatan jalan, sungai, atau laut agar kedua mempelai selalu ingat asal muasalnya.

c.PasangTuwuhan(Pasren)
Tuwuhan atau tumbuh-tumbuhan yang melambangkan isi alam semesta dan memiliki makna tersendiri dalam budaya Jawa dipasang di pintu masuk tempat duduk pengantin atau tempat pernikahan.



d.Siraman
Upacara Siraman mengandung arti memandikan calon pengantin yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin. Tahapan-tahapannya antara lain; calon mempelai mohon doa restu kedua orangtuanya, lalu mereka (calon mempelai pria dan wanita) duduk di tikar pandan, kemudian disiram oleh pinisepuh, orangtua, dan orang lain yang ditunjuk. Terakhir, calon mempelai disiram air kendi oleh bapak ibunya sambil berkata "Niat Ingsun ora mecah kendi nanging mecah pamore anakku wadon" dan kendi kosongnya dipecahkan ke lantai.



e.AdolDhawet(Jualdawet)
Usai siraman, dilakukan acara jual dawet. Penjualnya adalah ibu calon pengantin wanita yang dipayungi oleh ayah calon pengantin wanita. Pembelinya yaitu para tamu yang hadir, yang menggunakan pecahan genting sebagai uang.

f.Paes
Upacara menghilangkan rambut halus yang tumbuh di sekitar dahi agar tampak bersih dan wajahnya bercahaya, kemudian merias wajah calon pengantin. Paes sendiri menyimbolkan harapan kedudukan yang luhur diapit lambing bapak ibu dan keturunan.

g.Midodareni
Upacara Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik Dewi Widodari. Orangtua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab sang suami.

h.Selametan
Berdoa bersama untuk memohon berkah keselamatan menyongsong pelaksanaan ijab kabul dan akad nikah.

i.Nyantri
Upacara penyerahan dan penerimaan dengan ditandai datangnya calon pengantin pria berserta pengiringnya.


Dalam acara ini calon pengantin pria mohon diijabkan. Atau kalau acara ijab diadakan besok, kesempatan ini dimanfaatkan sebagai pertemuan perkenalan dengan sanak saudara terdekat di tempat mempelai pria. Bila ada kakak perempuan yang dilangkahi, acara penting lainnya yaitu pemberian restu dan hadiah yang disesuaikan kemampuan mempelai dalam Plangkahan.


BABAK 5
Puncak dari rangkaian acara dan merupakan inti acara.


a.UpacaraIjab
Sebagai prosesi pertama pada puncak acara ini adalah pelaksanaan ijab yang melibatkan pihak penghulu dari KUA. Setelah acara ini berjalan dengan lancar dan dianggap sah, maka kedua mempelai resmi menjadi suami istri.

b.UpacaraPanggih
Setelah upacara ijab selesai, kemudian dilanjutkan dengan upacara panggih yang meliputi:
• Liron kembar mayang atau saling menukar kembang mayang dengan makna dan tujuan bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.
• Gantal atau lempar sirih dengan harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan itu.
• Ngidak endhog atau pengantin pria menginjak telur ayam kemudian dibersihkan atau dicuci kakinya oleh pengantin wanita sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya.
• Minum air degan (air buah kelapa) yang menjadi lambang air suci, air hidup, air mani dan dilanjutkan dengan di-kepyok bunga warna-warni dengan harapan keluarga mereka dapat berkembang segala-segalanya dan bahagia lahir batin.
• Masuk ke pasangan bermakna pengantin menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban.
• Sindur yaitu menyampirkan kain (sindur) ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup.
Setelah upacara panggih, kedua mempelai diantar duduk di sasana riengga. Setelah itu, acara pundilanjutkan.
• Timbangan atau kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita sebagai simbol sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin.
• Kacar-kucur dijalankan dengan cara pengantin pria mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya. Simbol bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.
• Dulangan atau kedua pengantin saling menyuapi. Mengandung kiasan laku perpaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan (simbol seksual). Ada juga yang memaknai lain, yaitu tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) dilambangkan dengan sembilan tumpeng.

c.UpacaraBabakKawah
Upacara ini khusus untuk keluarga yang baru pertama kali hajatan mantu putri sulung. Ditandai dengan membagi harta benda seperti uang receh, beras kuning, umbi-umbian dan lain-lain.

d.TumplekPunjen
Numplak artinya menumpahkan, punjen artinya berbeda beban di atas bahu. Makna dari Tumplek Punjen yaitu lepas sudah semua darma orangtua kepada anak. Tata cara ini dilaksanakan bagi orang yang tidak akan bermenantu lagi atau semua anaknya sudah menikah.

e.Sungkeman
sebagai ungkapan bakti kepada orang tua serta mohon doa restu.

f.Kirab
adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan saat pengantin berdua meninggalkan tempat duduknya untuk berganti busana.


WAWANCARA

kelompok         :  tahapan-tahapan dalam upacara pernikahan adat jawa ada apa aja?

Narasumber    : ya kalo saya waktu itu sih ada beberapa sesi, tapi saya nggak terlalu  banyak sesi karna saya menikah bukan sama orang jawa jadi hanya bebera presepsi yang di jalanin. Yang pertama itu ada lamaran, seserahan, akad nikah, pemakaian cincin, dan yang terakhir ngunduh mantu.

kelompok         : Apakah ada makna atau symbol yang ada di upacara pernikahan tersebut?

Narasumber     : kalo makna sih pasti ada contohnya pemakaian cincin itu melambangkan pengikatan kedua mempelai terus ada lagi siraman itu bermakna pembersihan diri-diri dari hal negatif

Kelompok        : Pantangan apa saja yang ada dalam upacara pernikahan adat jawa?

Narasumber     : kalo pantangan ada Cuma saya kurang tau yang saya tau Cuma  pantangan di tanggal pernikahan saja biasanya tidak boleh pas hari-hari aneh biasanya diambil di neton mempelai

Kelompok        :Apa ciri khas baju pengantin adat jawa?

Narasumber   : kalo ciri khas pasti mereka mengenakan kebaya dan pasti ada sanggul untuk memepelai wanita. Sedangkan laki-laki pasti mengenakan pakaian khas jawa dan jarik untuk sarungnya oh dan satu lagi pasti mereka memakai keris di belakangnya di tambah belankon.








Kamis, 03 November 2016

Tugas Ilmu Budaya 2.1

Nama: Nabila Nurul Afifa
kelas : 1EA11
NPM : 15216215
MEMBUAT NOVEL BERTEMAKAN CINTA



                                  Semanis Milo Hangat

                Di term pertama dimi memasuki kelas baru disalah satu tempat less terkenal di bekasi. Satu hal yang biasa dilakukan anak baru adalah memperkenalkan diri, begitu juga dimi. Dengan kelas yang memiliki barisan kursi berbentuk setengah lingkaran dimi memandang seluruh kelas. Mata tertuju kepada salah satu cewe dengan rambut hitam bagus seperti sol sepatu memakai baju hitam, celan hitam dan sepatu berwarna hitam, “asik banget baca buku sendirian”, kata Dimi. Menarik tapi Dimi cuek saat itu. Sampai saat berdiskusi dimulai, Dimi dipasangkan dengan Rossen. Cuek adalah kesan pertama yang ditangkap Dimi kepada Rossen. Tanpa basa basi Dimi mengeluarkan kertas untuk mereka kerja kelompok, Dimi menuliskan nama di kertas itu dan tak lama Dimi bertanya untuk mencairkan suasana. “namanya siapa?” Rossen pun menjawab dengan dingin “Rossen” tanpa berfikir panjang DImi menjawab “ooooo nama yang bagus” tanpa melihat Dimi sedikitpun, Rossen diam tidak merespon perkataan Dimi tadi. Rossen yang dingin dan cenderung suka membaca buku tidak menghiraukan apa-apa. Dimi kebingungkan berkata “sini, gue bantu” dan Dimi yang tadinya berfikir “sombong banget dia” merubah fikirannya menjadi “bias ngomong juga dia haha” akhirnya setelah berdiskusi standard dan gak asik hari itu pun selesai.
            Karena malas pulang Dimi duduk-duduk di depan tempat less itu, dan ternyata Rossen belum pulang dan masih dengan posisi dinginnya sambil membaca buku. Entah apa yang ada difikiran Dimi, dia berjalan menuju Rossen dengan secangkir milo di tangannya, sesampainya di depan Rossen dia bertanya dengan polos “mau?” Rossen dengan kaget menatap Dimi dan menjawab “makasih” sambil mengambil milo tersebut. Dimi memulai percakapan dengan santai “kok belum pulang?” Rossen menjawab “iya, masih nunggu dijemput mama” dengan kepo Dimi bertanya “ lo suka banget baca ya?” Rossen menjawab “iya, banget” Dimi pun tambah kepo dengan Rossen dan bertanya “kenapa suka buku yang tebel-tebel gini?” Rossen menutup bukunya lalu menatap Dimi “baca buku itu bikin lo pinter, pandangan lo terbuka, lo bias tau dunia kaya apa Cuma dengan baca buku”. Panjang lebar Dimi dan Rossen berbincang tentang buku, sampai Rossen dijemput mamanya dan mengatakan “gue pulang dulu ya. Makasih udah nemenin, oia milonya juga makasih” dan untuk pertama kalinya dia senyum ke Dimi.
            Banyak orang bilang “lo gak bakal tau hidup lo besok gimana dan sama siapa” makin hari, Dimi sering mikirin Rossen. Tiga hari kemudian Dimi bertemu Rossen lagi, seperti sebelumnya, Rossen membaca buku. Bahkan untuk sekedar menyapa tak sempat. Les hari ini pun selesai dengan suasana dinginnya hujan Dimi menghampiri Rossen yang belum di jemput dengan memebawa dua gelas milo hangat. Dimi yang tidak terlalu suka baca buku hanya duduk dan menanyakan beberapa hal kepada Rossen yang sedang serius membaca. Rossen yang melihat Dimi diam memberi tantangan kepada imi “eh kalo lo bias namatin buku ini dan ceritain ke gue, gue gak akan baca buku selama less disini, sebulan 10 hari” Dimi yang ngerasa di tantang meng-iyakan tantangan itu, sedangkan jika Dimi kalah, Dimi akan mentraktir Rossen selama 2 bulan. Rossen dan Dimi setuju dengan perjanjian mereka.

            Besoknya Rossen memberikan buku harry potter yang tebalnya bagaikan yellowpages, butuh 3 minggu untuk Dimi menyelesaikan buku itu, dan secara otomatis Dimi kalah dalam tantangan kali ini. Melihat Dimi yang menyelesaikan buku tersebut selama 3 minggu, Rossen tertawa semua itu membuat Dimi dan Rossen semakin dekat tapi Dimi baru menyadari selama dia membelikan Rossem milo, Rossen juga tidak membaca buku di tempat lessnya. Berawal dari tantangan Rossen, Dimi jadi suka baca buku-buku terutama buku fiksi dan benih-benih asmara pun muncul saat itu juga. Sampai suatu hari yang hujan sepulang less Dimi memulai pembicaraan dengan quotes “happiness depends upon ourselves” Rossen yang sedang minum segelas milo melihat Dimi dan menjawan “sebenernya maksudnya kebahagian itu apa?” dimi menjawab “mungkin bahagia itu kaya minum milo hangat dikala dingin”, kata Rossen dan saat itu juga Dimi menyadari kalau dia memang suka dengan Rossen.   

Senin, 26 September 2016

TUGAS ILMU BUDAYA 1.2

DOSEN                : RAMITA HAPSARI
NAMA                 : NABILA NURUL AFIFA
NPM                    : 15216215
JURUSAN           : MANAJEMEN

·        Coba ceritakan sesuai kebudayaan kalian masing-masing mengenai budaya tersebut, lalu budaya atau tradisi apa saja yang mulai hilang atau ditinggalkan oleh masyarakat untuk melestarikan kembali kebudayaan tersebut

Kebudayaan Palembang

Palembang memang dikenal sebagai ibukota propinsi Sumatera Selatan. Jika Palembang sudah ada sejak jaman Sriwijaya, maka tak mengherankan menjadi kota tua yang ada di Indonesia. Usia kota Palembang saat ini sudah mencapai 1330 tahun. Sebagai kota tua di Indonesia, tentunya tidak sedikit sumbangsih Palembang terhadap kekayaan budaya dan kesenian. Berdasarkan peninggalan kerajaan Sriwijaya, Palembang memiliki kebudayaan yang sangat beragam mulai dari seni tari, pakaian, seni kerajinan dan kuliner.
  •  Tari Gending Sriwijaya

                                                 

Seni tari menjadi salah satu unsur kebudayaan yang menonjol dan selalu menarik perhatian orang. Salah satu tarian yang menjadi kekhasan wilayah ini adalah tari Gending Sriwijaya. Tari ini biasanya untuk menyambut tamu istimewa, misalnya saja kepala Negara, gubernur, pejabat dan lain sebagainya. Konon kabarnya tari Gending Sriwijaya sudah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya. Biasanya tarian ini dibawakan oleh sembilan penari wanita dengan pakaian adat aesan gede, paksangkong dodot, selendang mantra dan tanggai. Karena ditujukan untuk menyambut tamu istimewa. Biasanya penari paling depan membawa tapak berisikan kapur-sirih. Tapak ini yang diberikan kepada tamu istimewa dan selanjutnya tamu istimewa tersebut mengambil sekapur sirih yang ada di dalamnya. Garakan tarian Gending Sriwijaya sangat lambat, para penarinya membutuhkan latihan yang lebih intensif karena kebutuhan gerakan tersebut.
Para penari yang baru pertama menarikan tarian ini badannya terasa sakit. Tarin ini dilaraskan dengan lagu berjudul sama dengan nama tarian ini. Lagunya itu bercerita tentang keagungan Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan tari Tanggai adalah tarian yang sama populernya dengan tari Gending Sriwijaya. Sebenarnya tari ini sedikit mirip dengan tari Gending Sriwijaya seperti gerakan dan pakaian yang digunakan. Namun tari Tanggai biasanya digunakan untuk acara-acara penting seperti acara resepsi pernikahan, acara khitanan dan sebagainya. Penarinya juga biasanya hanya 3 sampai 5 orang saja. Selain itu, hal lain yang membedakannya adalah musik yang mengiringi tarian ini. Musik untuk mengiringi tari Tanggai biasanya hanya berupa iringan instrumen musik saja tanpa adanya lagu yang dibawakan.

  • Kain Songket

                                                               

Seperti kebanyakan kain-kain bermutu tinggi di tanah Sumatera, Palembang juga memiliki kain tenun songket. Biasanya kain songket ini terbuat dari benang emas. Kain Songket ini dipakai untuk pakaian bawah pada wanita. Pada jaman sekarang kebanyakan kain Songket hanya digunakan untuk acara-acara tertentu seperti acara pesta pernikahan dan sebagainya. Karena pakaian adat ini yang harganya sangat mahal dan berbahan dasar emas. Tak jarang banyak menjadi incaran pencuri karena nilai ekonominya yang tinggi. Selain kain Songket masih yang menjadi pakaian adat, yakni aesan gede, paksangkong dodot, selendang mantra dan tanggai. Pakaian ini biasanya dikenakan oleh penari-penari tradisional untuk tarian seperti gending Sriwijaya ataupun tari tanggai. Pengantin di Palembang biasanya juga mengenakan pakaian adat ini.
Pada zaman dahulu, pakaian adat ini hanya dikenakan oleh raja-raja atau pejabat tinggi saja. Tentu saja pakaian adat ini menggambarkan kejayaan Kerajaan Sriwijaya pada zaman dahulu. Hal ini terlihat dari bahan pembuat pakaian ini yang terbuat dari benang emas. Maka tak heran untuk saat ini harga pakaian adat Palembang bisa mencapai jutaan rupiah. Selain bahan dasarnya yang berasal dari emas, motifnya juga sangat beragam.

  • Nasi Minyak

                                                

Selain dipengaruhi unsur kebudayaan China dan Melayu, Palembang juga dipengaruhi dengan budaya India. Nasi minyak dan martabak telur dapat bersanding dengan pempek. Nasi minyak ini merupakan nasi yang dimasak dengan minyak samin dan biasanya dihidangkan untuk acara-acara resmi seperti pernikahan dan sebagainya. Nasi minyak ini sendiri merupakan makanan asli orang India. Hal ini juga berlaku untuk martabak telur yang terbuat dari telur ayam atau telur bebek yang menjadi isi dan kemudian digoreng. Martabak telur ini selanjutnya dimakan dengan kuah kari dan merupakan makanan asli India juga.

                            Kebudayaan yang hampir hilang dan punah
  • Wayang Palembang


Kesenian tradisional wayang kulit Palembang, Sumatera Selatan, sekarang ini sudah punah karena tidak ada lagi generasi baru yang meneruskannya. Para dalang tua yang menguasai wayang dengan dialog berbahasa khas Melayu Palembang itu sudah tiada lagi. Sementara pemerintah dan lembaga kebudayaan tidak memiliki agenda konkret untuk melestarikan kekayaan tradisi itu.
  • Tolek abang- tradisi merayakan hari kemerdekaan di kota Palembang


Telok Abang dan Agustus di Palembang memang tidak bisa lepas dari tradisi di kota ini, mainan yang sudah ada sejak sebelum kemerdekaan di mana pada tahun 1930-an saat sering di adalekannya pasar malam di kawasan pinggiran sungai musi (sekarang menjadi plaza BKB) dimana pasar malam yang terbentang dari daerah hulu ke hilir (Dari Bekangdam sampai ke Gedung pasar 16 sekarang) awal kemerdekaan kita +/- tahun 1945 baru bendera merah di tambahkan di telok abang ini, memang sangat menarik dan hanya ada di kota ini dan hanya saat menjelang Agustusan, Telok abang yang awalnya hanya berbentuk pesawat terbang sekarang ini sudah banyak modifikasi ada jenis scooter, becak, bus, helikopter, tank dan lain sebahagainya. Jalan merdeka merupakan pusat dari penjualan telok abang di mana dari depan eks hotel

  • Lekuer khas palembang 



Untuk menemukannya juga sulit karena tidak ada papan nama lorong. Pada sekitar akhir tahun 1980-an untuk mencarinya tidaklah sulit. Hampir semua orang Palembang yang ditanya “di mana perajin lakuer”, akan menjawab: Lorong Antik! Untuk mencarinya di Jalan Pasar Kuto cukup melihat deretan ruko sebagai ruang pamer (show room) yang menjual barang-barang tersebut.

                                    Upaya melestarikan kebudayaan yang hampir punah
  • -          Mengenali dan bangga akan budaya yang sudah ada
  • -          Kebijakan pemerintah
  • -          Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa
  • -          Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaanya
  • -          Mempelajarinya
  • -          Mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya


Kesimpulan:
palembang merupakan suatu daerah yang mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan daerah yang wajib kita jaga dan lestarikan. Budaya asing yang terus masuk tanpa terbengdung dapat mengikis ataupun melunturkan budaya local/daerah, sehingga upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga budaya daerah dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan budaya, namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada.

Sember:

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1.1

DOSEN                : RAMITA HAPSARI
NAMA                 : NABILA NURUL AFIFA
NPM                    : 15216215
JURUSAN           : MANAJEMEN


  • ·        Kaitkan hubungan antara manusia di kebudayaan dengan ilmu manajemen

Manusia
Pengertian manusia:
adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain. Seorang Antropologi Indonesia yaitu Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Pandangan yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat tersebut menegaskan bahwa di dalam masyarakat terdapat berbagai komponen yang saling berinteraksi secara terus menerus sesuai dengan sistem nilai dan sistem norma yang di anutnya. Interaksi antar komponen tersebut dapat terjadi antara individu dengna individu, antara lain individu dengan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.

Ilmu budaya dasar
Pengertian ilmu budaya dasar:
Ilmu budaya dasar, tentu berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya disini yaitu mengkaji manusia sebagai mahluk berbudaya dalam masalah nilai-nilai manusia (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Menurut Prof Dr. Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :


. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.
2. Ilmu-ilmu Sosial ( social scince )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia.
3. Pengetahuan Budaya ( the humanities )
Pengetahuan Budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
·       
  •         Ilmu budaya dasar bertujuan untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam maupun orang lain yang ia kenal luarnya saja
  • ·         Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku orang lain
  • ·         Untuk pergaulan hidup dimasyarakat luas
  • ·         Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan sifat-sifat kekotaan
  • ·       Memiliku pemikiran dan penglihatan yang jelas serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita
  • ·   Peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.

·       Diharapkan seseorang yang mempelajari ilmu budaya dasar ini dapat membangun minat dan kebiasaan tentang sesuatu yang terjadi sekitar lingkunannya dan dimana saja, menelan apa yang ia kerjakaan dan mengapa ia lakukan. Dan harapan orang yang mempelajari ini dapat memiliki keberanian moral untuk mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang ia pertahankan dan dapat menerimanya.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Berbagai aspek kehidupan manusia merupakan seluruh ungakapan masalah kemanusiaan dan budaya dangan didekati menggunakan pengetahuan budaya (the humanities). Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat



Manajemen

Pengertian manajemen:
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.


Kesimpulan:
Manusia adalah makhluk social yang diberi kemampuan untuk mengembangkan kebutuhan hidupnya (hakikat individualitas) baik secara vertical maupun horizontal untuk mencapai kesejahteraan. Terkait dengan budaya, bahwa manusia dan budayanya sangat terikat. Manusia berbudaya dan berupaya mengelola segala bentuk alam ke tingkat social budaya yang berpengaruh terhadap suatu manajemen


Sumber: