DOSEN :
RAMITA HAPSARI
NAMA :
NABILA NURUL AFIFA
NPM :
15216215
JURUSAN :
MANAJEMEN
·
Coba ceritakan sesuai kebudayaan kalian
masing-masing mengenai budaya tersebut, lalu budaya atau tradisi apa saja yang
mulai hilang atau ditinggalkan oleh masyarakat untuk melestarikan kembali
kebudayaan tersebut
Kebudayaan
Palembang
Palembang memang dikenal sebagai ibukota propinsi Sumatera
Selatan. Jika Palembang sudah ada sejak jaman Sriwijaya, maka tak mengherankan
menjadi kota tua yang ada di Indonesia. Usia kota Palembang saat ini sudah
mencapai 1330 tahun. Sebagai kota tua di Indonesia, tentunya tidak sedikit
sumbangsih Palembang terhadap kekayaan budaya dan kesenian. Berdasarkan
peninggalan kerajaan Sriwijaya, Palembang memiliki kebudayaan yang sangat
beragam mulai dari seni tari, pakaian, seni kerajinan dan kuliner.
- Tari Gending Sriwijaya
Seni tari menjadi salah satu unsur kebudayaan yang menonjol
dan selalu menarik perhatian orang. Salah satu tarian yang menjadi kekhasan
wilayah ini adalah tari Gending Sriwijaya. Tari ini biasanya untuk menyambut
tamu istimewa, misalnya saja kepala Negara, gubernur, pejabat dan lain
sebagainya. Konon kabarnya tari Gending Sriwijaya sudah ada sejak zaman
kerajaan Sriwijaya. Biasanya tarian ini dibawakan oleh sembilan penari wanita
dengan pakaian adat aesan gede, paksangkong dodot, selendang mantra dan
tanggai. Karena ditujukan untuk menyambut tamu istimewa. Biasanya penari paling
depan membawa tapak berisikan kapur-sirih. Tapak ini yang diberikan kepada tamu
istimewa dan selanjutnya tamu istimewa tersebut mengambil sekapur sirih yang
ada di dalamnya. Garakan tarian Gending Sriwijaya sangat lambat, para penarinya
membutuhkan latihan yang lebih intensif karena kebutuhan gerakan tersebut.
Para penari yang baru pertama menarikan tarian ini badannya
terasa sakit. Tarin ini dilaraskan dengan lagu berjudul sama dengan nama tarian
ini. Lagunya itu bercerita tentang keagungan Kerajaan Sriwijaya. Sedangkan tari
Tanggai adalah tarian yang sama populernya dengan tari Gending Sriwijaya.
Sebenarnya tari ini sedikit mirip dengan tari Gending Sriwijaya seperti gerakan
dan pakaian yang digunakan. Namun tari Tanggai biasanya digunakan untuk
acara-acara penting seperti acara resepsi pernikahan, acara khitanan dan
sebagainya. Penarinya juga biasanya hanya 3 sampai 5 orang saja. Selain itu,
hal lain yang membedakannya adalah musik yang mengiringi tarian ini. Musik
untuk mengiringi tari Tanggai biasanya hanya berupa iringan instrumen musik
saja tanpa adanya lagu yang dibawakan.
- Kain Songket
Seperti kebanyakan kain-kain bermutu tinggi di tanah
Sumatera, Palembang juga memiliki kain tenun songket. Biasanya kain songket ini
terbuat dari benang emas. Kain Songket ini dipakai untuk pakaian bawah pada
wanita. Pada jaman sekarang kebanyakan kain Songket hanya digunakan untuk
acara-acara tertentu seperti acara pesta pernikahan dan sebagainya. Karena
pakaian adat ini yang harganya sangat mahal dan berbahan dasar emas. Tak jarang
banyak menjadi incaran pencuri karena nilai ekonominya yang tinggi. Selain kain
Songket masih yang menjadi pakaian adat, yakni aesan gede, paksangkong dodot,
selendang mantra dan tanggai. Pakaian ini biasanya dikenakan oleh penari-penari
tradisional untuk tarian seperti gending Sriwijaya ataupun tari tanggai.
Pengantin di Palembang biasanya juga mengenakan pakaian adat ini.
Pada zaman dahulu, pakaian adat ini hanya dikenakan oleh
raja-raja atau pejabat tinggi saja. Tentu saja pakaian adat ini menggambarkan
kejayaan Kerajaan Sriwijaya pada zaman dahulu. Hal ini terlihat dari bahan
pembuat pakaian ini yang terbuat dari benang emas. Maka tak heran untuk saat
ini harga pakaian adat Palembang bisa mencapai jutaan rupiah. Selain bahan
dasarnya yang berasal dari emas, motifnya juga sangat beragam.
- Nasi Minyak
Selain dipengaruhi unsur kebudayaan China dan Melayu,
Palembang juga dipengaruhi dengan budaya India. Nasi minyak dan martabak telur
dapat bersanding dengan pempek. Nasi minyak ini merupakan nasi yang dimasak
dengan minyak samin dan biasanya dihidangkan untuk acara-acara resmi seperti
pernikahan dan sebagainya. Nasi minyak ini sendiri merupakan makanan asli orang
India. Hal ini juga berlaku untuk martabak telur yang terbuat dari telur ayam
atau telur bebek yang menjadi isi dan kemudian digoreng. Martabak telur ini
selanjutnya dimakan dengan kuah kari dan merupakan makanan asli India juga.
Kebudayaan yang hampir hilang dan punah
- Wayang Palembang
Kesenian tradisional wayang kulit Palembang,
Sumatera Selatan, sekarang ini sudah punah karena tidak ada lagi generasi baru
yang meneruskannya. Para dalang tua yang menguasai wayang dengan dialog
berbahasa khas Melayu Palembang itu sudah tiada lagi. Sementara pemerintah dan
lembaga kebudayaan tidak memiliki agenda konkret untuk melestarikan kekayaan
tradisi itu.
- Tolek abang- tradisi merayakan hari kemerdekaan di kota Palembang
Telok Abang dan Agustus di Palembang memang tidak
bisa lepas dari tradisi di kota ini, mainan yang sudah ada sejak sebelum
kemerdekaan di mana pada tahun 1930-an saat sering di adalekannya pasar malam
di kawasan pinggiran sungai musi (sekarang menjadi plaza BKB) dimana pasar
malam yang terbentang dari daerah hulu ke hilir (Dari Bekangdam sampai ke
Gedung pasar 16 sekarang) awal kemerdekaan kita +/- tahun 1945 baru bendera
merah di tambahkan di telok abang ini, memang sangat menarik dan hanya ada di
kota ini dan hanya saat menjelang Agustusan, Telok abang yang awalnya hanya
berbentuk pesawat terbang sekarang ini sudah banyak modifikasi ada jenis
scooter, becak, bus, helikopter, tank dan lain sebahagainya. Jalan merdeka
merupakan pusat dari penjualan telok abang di mana dari depan eks hotel
- Lekuer khas palembang
Untuk menemukannya juga sulit karena tidak ada papan nama lorong. Pada sekitar akhir tahun 1980-an untuk mencarinya tidaklah sulit. Hampir semua orang Palembang yang ditanya “di mana perajin lakuer”, akan menjawab: Lorong Antik! Untuk mencarinya di Jalan Pasar Kuto cukup melihat deretan ruko sebagai ruang pamer (show room) yang menjual barang-barang tersebut.
Upaya
melestarikan kebudayaan yang hampir punah
- - Mengenali dan bangga akan budaya yang sudah ada
- - Kebijakan pemerintah
- - Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa
- - Ikut melestarikan budaya dengan cara berpartisipasi dalam pelaksanaanya
- - Mempelajarinya
- - Mensosialisasikan kepada orang lain sehingga mereka tertarik untuk ikut menjaga atau melestarikannya
Kesimpulan:
palembang merupakan suatu daerah yang mempunyai
banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan daerah
yang wajib kita jaga dan lestarikan. Budaya asing yang terus masuk tanpa
terbengdung dapat mengikis ataupun melunturkan budaya local/daerah, sehingga
upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga
budaya daerah dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan
budaya, namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki adalah
menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan
rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya sehingga
budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada.
Sember:





