Nama: Nabila Nurul Afifa
NPM: 15216215
Kelas: 3EA14
ETIKA
BISNIS SECARA GARIS BESAR
A. Pengertian
Etika
Etika
adalah suatu cabang filsafat yang membicarakan tentang perilaku manusia. Atau
dengan kata lain, cabang filsafat yang mempelajari tentang baik dan buruk. Untuk
menyebut etika, biasanya ditemukan banyak istilah lain : moral, norma dan
etiket. Seperti halnya dengan banyak istilah yang menyangkut konteks ilmiah,
istilah “etika” pun bersal dari Yunani kuno. Kata Yunani ethos merupakan
bentuk tunggal yang bisa memiliki banyak arti: tempat tinggal yang biasa;
padang rumput, kandang; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap dan
cara berpikir. Bentuk jamaknya adalah ta etha yang berarti:
adat kebiasaan. Dan arti terakhir inilah menjadi latar belakang bagi
terbentuknya istilah “etika” dalam filsafat.
B. Pengertian
Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang
atau jasa kepada konsumen atau
bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa
inggris business,
dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam
konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk
mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara
etimologi, bisnis berarti keadaan di mana seseorang atau sekelompok orang sibuk
melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis"
sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata
bisnis dapat merujuk pada badan usaha , yaitu kesatuan yuridis (hukum),
teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
C. Pengertian
Etika bisnis
Etika
bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang
berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam
suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta
pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra
kerja, pemegang saham, masyarakat. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang
baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan
berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan
dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Tiga
pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
— Utilitarian
Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh
karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat
memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak
membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
— Individual
Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak
dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus
dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak
orang lain.
— Justice
Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan
bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara
perseorangan ataupun secara kelompok
D. Etiket,
Moral dan Hukum Agama
Etiket berasal dari bahasa
Prancis, yaitu ethiquete yang berarti tata cara pergaulan yang
baik antara sesama manusia. Sedangkan etika itu berasal dari bahasa
Yunani/latin berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang baik dan
benar dilihat dari sosial, budaya, dan agama.
Moralitas adalah pedoman yang
dimiliki individu atau kelompok mengenai apa itu benar dan salah, atau baik dan
jahat. Pedoman moral mencakup norma-norma yang kita miliki mengenai jenis-jenis
tindakan yang kita yakini benar atau salah secara moral, dan nilai-nilai yang
kita terapkan pada objek-objek yang kita yakini secara moral baik atau secara
moral buruk. Norma moral seperti “selalu katakan kebenaran”, “membunuh orang
tak berdosa itu salah”. Nilai-nilai moral biasanya diekspresikan sebagai
pernyataan yang mendeskripsikan objek-objek atau ciri-ciri objek yang bernilai,
semacam “kejujuran itu baik” dan “ketidakadilan itu buruk”. Standar moral
pertama kali terserap ketika masa kanak-kanak dari keluarga, teman, pengaruh
kemasyarakatan seperti gereja, sekolah, televisi, majalah, music dan
perkumpulan.
— Hakekat
standar moral :
1. Standar moral
berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau
benar-benar akan menguntungkan manusia.
2. Standar moral
tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.
3. Standar moral
harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan
diri.
4. Standar moral
berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
5. Standar moral
diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
6. Standar moral,
dengan demikian merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita
anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan
otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak
memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan
malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.
Seperti pengertian moralitas di
atas, bahwa apabila kita membicarakan sebuah moral maka erat keterkaitannya
dengan hukum, agama dan kebudayaan. Dalam kehidupan sehari-hari moral harus di
lakukan sebagai pendorong agar berperilaku baik.
E. Klasifikasi
Etika
F. Etika
khusus dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
a. Etika
Individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap diri sendiri.
Salah satu prinsip yang secara khusus relevan dalam etika individual adalah
prinsip integritas pribadi, yaitu berbicara mengenai perilaku individual tertentu
dalam rangka menjaga dan mempertahankan nama baiknya sebagai pribadi moral.
b. Etika
Sosial, yaitu suatu etika yang berbicara mengenai kewajiban dan hak, pola dan
perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam berinteraksi dengan semuanya. Hal
ini sesuai dengan hakikat manusia yang bersifat ganda, yaitu sebagai makhluk
individual dan sosial. Etika individual dan etika sosial berkaitan erat.
Bahkan dalam arti tertentu sulit untuk dilepaskan dan dipisahkan
satu dengan lainnya. Kewajiban seseorang terhadap dirinya berkaitan langsung
dengan banyak hal yang memengaruhi pula kewajibannya terhadap orang lain, dan
demikian pula sebaliknya.
c. Etika
lingkungan Hidup, yaitu sebuah etika yang saat ini sering dibicarakan sebagai
cabang dari etika khusus. Etika ini adalah hubungan antar manusia dengan
lingkungan alam yang ada di sekitarnya. Sehingga etika lingkungan ini dapat
merupakan cabang dari etika sosial (sejauh menyangkut hubungan antar manusia
dengan manusia yang bersangkutan dengan dampak lingkungan) maupun berdiri
sendiri sebagai etika khusus (sejauh menyangkut hubungan manusia dengan
lingkungannya.
G. Konsep
Etika
Konsep etika bisnis tercermin
pada corporate culture (budaya perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya
perusahaan merupakan karakter suatu perusahaan yang mencakup pengalaman,
cerita, kepercayaan dan norma bersama yang dianut oleh jajaran perusahaan. Hal
ini dapat dilihat dari cara karyawannya berpakaian, berbicara, melayani tamu
dan pengaturan kantor.
Dasar
pemikiran:
Suatu perusahaan akan memiliki
hak hidup apabila perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh
orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya. Agar perusahaan tersebut
mampu melangsungkan hidupnya, ia dihadapkan pada masalah:
1. Intern,misalnya
masalah perburuhan
2. Ekstern,misalnya
konsumen dan persaingan
3. Lingkungan,
misalnya gangguan keamanan
Pada dasarnya ada 3 hal yang
dapat membantu perusahaan mengatasi masalah di atas yaitu:
1. Perusahaan
tersebut harus dapat menemukan sesuatu yang baru.
2. Mampu
menemukan yang terbaik dan berbeda
3. Tidak
lebih jelek dari yang lain
Untuk mewujudkan hal tersebut
perlu memiliki nilai-nilai yang tercermin pada:
1. Visi
2. Misi
3. Tujuan
4. Budaya
organisasi
PRINSIP
ETIKA DALAM BERBISNIS SERTA ETIKA DAN LINGKUNGAN
A. Prinsip
– prinsip etika bisnis
1. Prinsip
Otonomi
Prinsip
otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan
bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk
dilakukan.
Contoh
prinsip otonomi dalam etika binis : perusahaan tidak tergantung pada pihak lain
untuk mengambil keputusan tetapi perusahaan memiliki kekuasaan tertentu sesuai
dengan misi dan visi yang diambilnya dan tidak bertentangan dengan pihak lain.
2. Prinsip
Kejujuran
Kejujuran
adalah kunci keberhasilan para pelaku bisnis untuk mempertahankan bisnisnya
dalam jangka panjang.
Contoh
prinsip kejujuran dalam etika bisnis memberikan informasi yang sejujur-jujurnya
tentang kualitas barang pada konsumen, penjual harus memberikan informasi yang
jujur mengenai kualitas barang yang dijualnya pada konsumen tanpa
melebih-lebihkan kualitas produk.
3. Prinsip
Keadilan
Prinsip
Keadilan adalah prinsip yang tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain.
dasar prinsip keadilan adalah pengadaan atas harkat martabat manusia beserta
hak hak yang melekat pada manusia.
Contoh
prinsip keadilan dalam etika bisnis : dalam alokasi sumber daya ekonomi kepada
semua pemilik faktor ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan
harga yang layak bagi para konsumen, menyepakati harga yang pantas bagi para
pemasok bahan dan alat produksi, mendapatkan keuntungan yang wajar bagi pemilik
perusahaan dan lain-lain.
4. Hormat
pada diri sendiri
Merupakan
suatu sikap saling meghormati satu sama lain yang muda, hormat kepada yang tua,
menyayangi yang muda.
Contoh
prinsip hormat pada diri sendiri dalam etika bisnis : manajemen perusahaan
dengan team worknya memiliki falsafah kerja dan berorientasikan para pelanggan
akan makin fanatic terhadap perusahaan. Demikian juga jika para manajemennya
berorientasikan pada pemberian kepuasan kepada karyawan yang berprestasi karena
sepadan dengan prestasinya maka dapat dipastikan karyawan akan makin loyal
terhadap perusahaan
B. Hak
dan kewajiban
Hak
adalah kekuasaan untuk melakukan sesuatu yang telah ditentukan oleh
undang-undang. Misalnya, hak mendapat pendidikan dasar, hak mendapat rasa aman.
Sedangkan Kewajiban adalah hal yang harus dikerjakan atau dilaksanankan. Jika
tidak dilaksanankan dapat mendatangkan sanksi bagi yang melanggarnya. Jadi
pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang.
C. Teori
etika lingkungan
1.
Teori Antroposentrisme
Antroposentrisme
adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem
alam semesta.
Contoh
: Manusia dengan bebas membuat apapun terhadap alam semesta.
2. Teori
Ekosentrisme
Ekosentrisme
berkaitan dengan etika lingkungan yang lebih luas. Karena secara ekologis,
makhluk hidup dan benda-benda abiotis lainnya saling terkait satu sama lain.
Oleh karenanya, kewajiban dan tanggung jawab moral tidak hanya dibatasi pada
makhluk hidup. Kewajiban dan tanggung jawab moral yang sama juga berlaku
terhadap semua realitas ekologis.
Contoh
: seperti menjaga kelestarian hutan dan hewan
3. Teori
Egosentris
Etika
yang mendasarkan diri pada berbagai kepentingan individu (self). Egosentris
didasarkan pada keharusan individu untuk memfokuskan diri dengan tindakan apa
yang dirasa baik untuk dirinya.
Contoh
: Membuat gedung pencakar langit yang megah hanya tanpa melihat dampak dari
ekosistem sekelilingnya.
4.
Teori Biosentrisme
Teori
Biosentrisme mengagungkan nilai kehidupan yang ada pada ciptaan, sehingga
komunitas moral tidak lagi dapat dibatasi hanya pada ruang lingkup manusia.
Contoh
: Dengan menjaga kelestarian alam
5.
Etika Homosentris
Etika
homosentris mendasarkan diri pada kepentingan sebagian masyarakat. Etika ini
mendasarkan diri pada berbagai model kepentingan sosial dan pendekatan antara
pelaku lingkungan yang melindungi sebagian besar masyarakat manusia.
Contoh
: seperti Korupsi yang hanya mementingkan sebagian kelompok.
6.
Etika Teosentrisme
Adalah
sebuah pemikiran dimana semua proses dalam kehidupan di muka bumi ini akan
kembali kepada Tuhan.
Contoh
: Kekayaan, Jabatan dan Popularitas akan kembali kepada Tuhan YME.
7.
Etika Zoosentrisme
Adalah
etika yang menekankan perjuangan hak-hak binatang.
Contoh
: tidak melakukan perburuan liar
D. Prinsip
etika di lingkungan hidup
Terdapat
beberapa prinsip etika lingkungan yaitu :
1.
Sikap Hormat terhadap Alam :
Hormat
terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari
alam semesta seluruhnya.
Contoh
: Tidak menebang pohon secara sembarangan, membuang sampah pada tempatnya dan
tidak merusak tanaman.
2.
Prinsip Tanggung Jawab :
Tanggung
jawab ini bukan saja bersifat individu melainkan juga kolektif yang menuntut
manusia untuk mengambil prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan bersama
secara nyata untuk menjaga alam semesta dengan isinya.
Contoh
: Menyiram tanaman setiap saatnya disiram dan membuang sampah yang berserakan
di jalanan.
3. Prinsip
Solidaritas :
Yaitu
prinsip yang membangkitkan rasa solider, perasaan sepenanggungan dengan alam
dan dengan makluk hidup lainnya sehigga mendorong manusia untuk menyelamatkan
lingkungan.
Contoh
: Melakukan kerjasama dengan sebuah lembaga suaka margasatwa atau cagar alam
untuk melestarikan dan melindungi hewan maupun tumbuhan yang ada dialam.
4.
Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian :
Prinsip
satu arah , menuju yang lain tanpa mengaharapkan balasan, tidak didasarkan
kepada kepentingan pribadi tapi semata-mata untuk alam.
Contoh
: Menjaga lingkungan dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu rumah kita
sendiri.
5.
Prinsip “No Harm” :
Yaitu
Tidak Merugikan atau merusak, karena manusia mempunyai kewajiban moral dan tanggung
jawab terhadap alam, paling tidak manusia tidak akan mau merugikan alam secara
tidak perlu.
contohnya
seperti tidak menyakiti binatang, tidak menyebabkan musnahnya spesies tertentu,
tidak menyebabkan keanekaragaman hayati di hutan terbakar, tidak membuang
limbah seenaknya, dan sebagainya.
6.
Prinsip Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam :
Ini
berarti, pola konsumsi dan produksi manusia modern harus dibatasi. Prinsip ini
muncul didasari karena selama ini alam hanya sebagai obyek eksploitasi dan
pemuas kepentingan hidup manusia.
Contoh
: Tidak melakukan pengeksploitasi sumber daya alam yang ada di bumi ini.
7.
Prinsip Keadilan :
Prinsip
ini berbicara terhadap akses yang sama bagi semua kelompok dan anggota
masyarakat dalam ikut menentukan kebijakan pengelolaan sumber daya alam
dan pelestarian alam, dan dalam ikut menikmati manfaat sumber daya alam secara
lestari.
Contoh
: Melakukan kerja bakti di lingkungan sekitar rumah.
8.
Prinsip Demokrasi :
Prinsip
ini didsari terhadap berbagai jenis perbeaan keanekaragaman sehingga prinsip
ini terutama berkaitan dengan pengambilan kebijakan didalam menentukan
baik-buruknya, tusak-tidaknya, suatu sumber daya alam.
Contoh
: Melakukan observasi terhadap lingkungan yang telah dirusak.
9.Prinsip
Integritas Moral :
Prinsip
ini menuntut pejabat publik agar mempunyai sikap dan prilaku moral yang
terhormat serta memegang teguh untuk mengamankan kepentingan publik yang
terkait dengan sumber daya alam.
Contoh
: Memberikan sanksi terhadap para perusak alam.
MODEL
DAN FAKTOR PENDUKUNG BERETIKA BISNIS
A. Immoral
manajemen
Manajemen Imoral adalah
kerakusan/ ketamakan, yaitu berupa prestasi organisasi atau keberhasilan
personal. Manajemen immoral merupakan kutub yang berlawanan dengan manajemen
etika. Misalnya, pengusaha yang menggaji karyawannya dengan gaji dibawah upah
fisik minimum atau perusahaan yang meniru produk-produk perusahaan lain, atau
perusahaan percetakan yang memperbanyak cetakannya melebihi kesepakatan dengan
pemegang hak cipta dan sebagainya. Immoral manajemen juga merupakan tingkatan
terendah dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis.
B. Amoral
manajemen
Tujuan utama dari manajemen
amoral adalah juga profit, akan tetapi tindakannya berbeda dengan manajemen
immoral. Ada satu cara kunci yang membedakannya, yaitu mereka tidak dengan
sengaja melanggar hukum atau norma etika. Bahkan pada manajemen amoral adalah
bebas kendali dalam mengambil keputusan, artinya mereka tidak mempertimbangkan
etika dalam mengambil keputusan
C. Moral
manajemen
Manajemen moral juga bertujuan
untuk meraih keberhasilan, tetapi dengan menggunakan aspek legal dan
prinsip-prinsip etika. Filosofi manajer moral selalu melihat hukum sebagai
standar minimum untuk beretika dalam perilaku. Dalam moral manajemen,
nilai-nilai etika dan moralitas diletakkan pada level standar tertinggi dari
segala bentuk prilaku dan aktivitas bisnisnya. Seorang manajer yang termasuk
dalam tipe ini menginginkan keuntungan dalam bisnisnya, tapi hanya jika bisnis
yang dijalankannya secara legal dan juga tidak melanggar etika yang ada dalam
komunitas, seperti keadilan, kejujuran, dan semangat untuk mematuhi hukum yang
berlaku
D. Agama,
filosofi, budaya dan hukum
· Agama adalah
sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan
dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan.
· Filosofi
yaitu studi mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang
digunakan untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan.
Filosofi memberi pandangan dan menyatakan secara tidak langsung mengenai sistem
kenyakinan dan kepercayaan.
· Budaya
adalah budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki
bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
· Hukum adalah
perangkat aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka untuk menjamin
kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Hukum menentukan
ekspektasi-ekspektasi etika yang diharapkan dalam komunitas dan mencoba
mengatur serta mendorong para perbaikan-perbaikan masalah-masalah yang
dipandang buruk atau tidak baik dalam komunitas
E. Leadership
Kepemimpinan
(leadership) adalah kemampuan seseorang (yaitu pemimpin) untuk mempengaruhi
orang lain (yaitu yang dipimpin atau pengikut-pengikutnya).Kepemimpinan juga
merupakan suatu kompleks dari hak-hak dan kewajiban yang dapat dimiliki oleh
seorang atau suatu badan.
F. Strategi
dan performasi
Strategi adalah
Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan
strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk
memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan
yang tepat oleh organisasi. Kata strategi berasal
dari bahasa Yunani
"strategia" yang diartikan sebagai "the art of the general"
atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.
Performasi
adalah cacatan outcome yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu
atau kegiatan selama suatu periode waktu tertentu. (Bernandin & Russell).
Sedangkan yang dimaksud dengan penilaian performansi adalah suatu cara mengukur
kontribusi-kontribusi dari individu-individu anggota organisasi kepada
organisasinya.
• Tujuan
dari penilaian performansi terbagi atas dua macam, yakni :
- Untuk me-reward performansi sebelumnya, dan
- Untuk me-reward performansi sebelumnya, dan
-
Untuk memotivasikan perbaikan performansi pada yang waktu yang akan datang.
• Ada
2 syarat utama yang diperlukan untuk melakukan penilaian performansi yang
efektif, yaitu:
- Adanya kriteria performansi yang dapat diukur secara objektif,
- Adanya kriteria performansi yang dapat diukur secara objektif,
- Adanya objektifitas dalam proses
evaluasi.
G. Karakter
individu
Menurut
Stonner dan Freeman (Saryathi, 2003) Karakter
individu adalah penjabaran dari sikap, minat, dan kebutuhan yang dibawa oleh
seseorang atau individu dalam melaksanakan kerja. Karakter individu
adalah perilaku atau karakter yang ada pada diri seorang karyawan, baik
positif maupun negatif (Thoha, 2003)
H. Budaya
perusahaan
Perusahaan
disini merupakan terjemahan dari kata Corporate Culture, dari
definisi budaya perusahaan yang dikemukakan oleh para ahli, dapat disimpulkan
bahwa budaya perusahaan adalah suatu pola asumsi dasar yang dimiliki oleh
anggota perusahaan yang berisi nilai-nilai, norma-norma dan kebiasaan yang
mempengaruhi pemikiran, pembicaraan, tingkah laku, dan cara kerja karyawan
sehari-hari, sehingga akan bermuara pada kualitas kinerja perusahaan. Dengan
demikian, budaya perusahaan merupakan solusi yang secara konsisten dapat
berjalan dengan baik, bagi sebuah kelompok dalam menghadapi persoalan-persoalan
di dalam dan di luar kelompoknya.
ETIKA
DAN FUNGSI PERUSAHAAN
A. Pasar
dan perlindungan konsumen
Dengan
adanya pasar bebas dan kompetitif, banyak konsumen secara otomatis terlindung
dari kerugian sehingga pemerintah dan pelaku bisnis tidak perlu mengambil
langkah-langkah untunk memberikan perlindungan kepada konsumen.
Pasar
bebas mendukung alokasi, penggunaan, dan distribusi barang-barang yang dalam
artian tertentu, adil , menghargai hak, dan memiliki nilai kegunaan maksimum
bagi orang-orang yang berpartisipasi dalam pasar, berdasarkan kenyataan yang
tidak dibantahkan bahwa bisnis merasuki seluruh kehidupan semua manusia .
Maka
dari perspektif etis, bisnis diharapkan bahwa dituntut untuk menawarkan sesuatu
yang berguna dagi manusia dan tidak sekedar menawarkan sesuatu yang merugikan
hanya demi memperoleh keuntungan.
Perlindungan
konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian untuk memberikan
perlindungan hukum kepada konsumen .
Pengertian
konsumen sendiri adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang
tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang
lain dan tidak untuk diperdagangkan
B. Etika
iklan
Etika
periklanan di indonesia di atur dalam etika pariwara Indonesia (EPI) . EPI
menyusun pedoman tata krama periklanan melalui dua tatanan:
Tata
Krama ( Code Of Conducts)
Metode
penyebarluasan periklanan kepada masyarakat, yang bukan tentang unsur
efektivitas, estetika , dan seleranya. Adapun ketentuan yang dibahas meliputi:
¢ Tatakrama
Isi iklan
¢ Tatakrama
Raga iklan
¢ Tatakrama
Pemeran iklan
¢ Tatakrama
Wahana iklan
Tata
Cara ( Code Of Practices)
Hanya
mengatur praktek usaha para pelaku periklanan dalam memanfaatkan ruang dan
waktu iklam yang adil bagi semua pihak yang saling berhubungan.
Ada
3 asas umum yang EPI jadikan dasar, yaitu:
¢ Jujur,
benar, dan bertanggung jawab
¢ Bersaing
secara sehat
¢ Melindungi
dan menghargai khalayak , tidak merendahkan agama , budaya , negara, dan
golongan, secara tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku
C. Privasi
konsumen
Suatu
kemampuan untuk mengontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh
pilihan-pilihan atau kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang
diinginkan. Privasi jangan dipandan sebagai penarikan diri seseorang secara
fisik terhadap pihak-pihak lain dalam rangka menyepi saja.
D. Multimedia
etika bisnis
Salah
satu cara pemasaran yang efektif adalah melalui multimedia. Bisnis mulitimedia
berperan penting dalam menyebarkan informasi, karena multimedia is
the using of media variety to fulfill communication goal elemen
dari multimedia terdiri dari teks, graph, audio, video, dan animation
Etika
berbisnis dalam Multimedia didasarkan pada pertimbangan:
1. Akuntabilitas
perusahaan, di dalamnya termasuk corporate governance,
kebijakan,keputusan,manajemen keuangan, produk dan pemasaran serta kode etik
2. Tanggung
jawab sosial, yang merujuk pada peranan bisnis dalam lingkingannya, pemerintah
lokal dan nasional, dan kondis bagi pekerja.
3. Hak
dan kepentingan skate holdel, yang ditujukan pada mereka yang memiliki andil
dalam perusahaan, termasuk pemegang saham, owner, para eksekutif, para
pelanggan
E. Etika
produksi
Maka
etika produksi yang diperhitungkan adalah:
1. Nilai
(aturan main yang dibuat pengusaha dan menjadi patokan berbisnis)
2. Hak
dan kewajiban (menerima dan menggaji karyawan, membayar pajak)
3. Peraturan
moral (peraturan moral menjadi acuan tertulis yang sangat penting bagi
pengusaha ketika mengalami dilemma atau permasalahan, baik internal maupun
eksternal )
4. Hubungan
manusia (memprioritaskan perekrutan karyawan dari masyarakat disekitar
perusahaan, menghargai hak cipta)
5. Hubungan
dengan alam (ikut mengelola lingkungan hidup)
F. Pemanfaatan
sdm
SDM
lebih dimengerti sebagai bagian integral dari system yang membentuk suatu
organisasi. Oleh karena itu dalam bidang kajian psikologi, pra praktisi SDM
harus mengambil penjurusan industry dan organisasi.
Dalam
pemanfaatan sdm, permasalahan yang masih dihadapi bangsa Indonesia adalah :
1. Kualitas
SDM yang semakin besar masih rendah atau kurang siap memasuki dunia kerja atau
dunia usaha
2. Terbatasnya
jumlah lapangan kerja
3. Jumlah
angka pengangguran yang cukup tinggi
G. Etika
kerja
Etika
kerja adalah system nilai atau norma yang digunakan oleh seluruh karyawan
perusahaan, termasuk pimpinannya dalam pelaksanaan kerja sehari hari. Perushaan
dengan etika kerja yang baik akan memiliki dan mengamalkan nilai – nilai :
kejujuran, keterbukaan, loyalitas kepada perusahaan, konsisten pada keputusan,
dedikasi kepada stakeholder, kerja sama yang baik, disiplin dan bertanggung
jawab.
H. Hak
hak pekerja
1. Hak
dasar pekerja mendapat perlindungan atas tindakan PHK
2. Hak
khusus untuk pekerja perempuan
3. Hak
dasar mogok
4. Hak
untuk membuat PKB ( Perjanjian Kerja Bersama)
5. Hak
dasar pekerja atas pembatasan waktu kerja, istrhat, cuti, dan libur
6. Hak
pekerja atas perlindungan upah
7. Hak
pekerja untuk jaminan social dan k3
8. Hak
pekerja untuk hubungan kerja
I. Hubungan
saling menguntungkan
Dalam
prinsip etika bisnis atau dengan kata lain ( Mutual Benefit Principle) hal ini
menuntut agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan satu sama lain.
J. Persepakatan
penggunaan dana
Pengelola
perusahaan mau memberikan informasi tentang rencana penggunaan dana sehingga
penyandang dana dapat mempertimbangkan peluang return dan resiko. Rencana
penggunaan dana harus benar benar transparan, komunikatif dan mudah dipahami.
Semua harus diatur dan ditentukan dalam perjanjian kerja sama penyandang dana
dengan alokator dana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar