PEMASARAN : SUATU DISIPLIN UNIVERSAL
Dasar dari keberhasilan program pemasaran
global adalah pemahaman yang mendalam akan disiplin pemasaran. Pemasaran adalah
proses mengkonsentrasikan berbagai sumber daya dan sasaran dari sebuah
organisasi pada kesempatan dan kebutuhan lingkungan.
Fakta utama yang paling fundamental adalah
bahwa pemasaran merupakan disiplin universal. Pemasaran adalah kumpulan konsep,
sarana, teori, kebiasaan dan prosedur serta pengalaman. Bersama seluruh unsur
ini menyusun kerangka pengetahuan yang dapat diajarkan da dipelajari. Walaupun
pemasaran bersifat universal, kebiasaan pemasaran tentu bervariasi dari setiap
negara. Setiap orang bersifat unik dan setiap negara juga bersifat unik.
Kenyataan dari perbedaan ini berarti bahwa kita tidak dapat selalu menerapkan pengalaman
dari sebuah negara untuk dipakai kepada negara lain. Bila pelanggan, pesaing,
saluran distribusi dan media yang tersedia berbeda, berarti rencana pemasaran
harus kita ubah.
q Konsep Pemasaran.
Dalam decade terakhir konsep pemasaran
telah berubah secara dramatis. Konsep pemasaran telah berkembang dari konsep
semula, yang memfokuskan pemasaran pada produk dan pada membuat produk yang
‘lebih baik’, dengan ‘lebih baik’ itu didasarkan pada
standar dan nilai internal. Tujuannya adalah laba dan cara mencapainya adalah
menjual atau membujuk pelanggan potensial untuk membelinya.
Konsep Baru Pemasaran dan “4 P”
Konsep baru dari pemasaran muncul
kira-kira tahun 1960, mengalihkan fokus pemasaran dari produk ke pelanggan.
Tujuannya masih tetap laba, tetapi cara mencapainya menjadi lebih luas termasuk
seluruh bauran pemasaran (marketing mix), atau “4 P” seperti yang dikenal
secara luas : “produk (product), harga (price),
promosi (promotion) and saluran distribusi (place).
Konsep Strategis Pemasaran
Tahun 1990 jelas bahwa konsep ‘baru’ dari
pemasaran sudah ketinggalan zaman. Sekarang zamannya konsep strategis pemasaran.
Konsep strategis pemasaran merupakan suatu
perkembangan yang besar dalam sejarah pemikiran pemasaran, mengubah fokus
pemasaran dari pelanggan atau produk ke pelanggan dalam konteks lingkungan
eksternal yang lebih luas. Mengetahui segala sesuatu mengenai pelanggan saja
sudah tidak memadai. Agar berhasil, pemasar harus mengetahui pelanggan dalam
konteks termasuk persaingan, kebijakan dan peraturan pemerintah serta
kekuatan-kekuatan makro, ekonomi, social dan politik yang lebih luas, yang
membentuk perkembangan pasar. Dalam pemasaran global hal ini mungkin berarti
bekerjasama erat dengan perundingan perdagangan pemerintah negara
sendiri dan pejabat yang lain serta pesaing industri agar dapat mengakses pasar
negara sasaran
Perubahan revolusioner lainnya dalam
pergeseran ke konsep strategis pemasaran adalah dalam hal tujuan pemasaran,
yaitu dari laba menjadi keuntungan pihak yang berkepentingan. Pihak
yang berkepentingan adalah individu atau kelompok yang mempunyai kepentingan
dalam kegiatan sebuah perusahaan. Tercakup dalam kategori ini adalah karyawan
da manajemen, pelanggan, masyarakat dan pemerintah.
Ada pengakuan yang semakin luas bahwa laba
sebenarnya merupakan imbalan dari kinerja (didefinisikan sebagai memuaskan
pelanggan dengan cara yang bertanggungjawab atau cara yang dapat diterima
masyarakat).
Dalam konsep strategis kemampuan
menghasilkan laba tidak dilupakan. Dan sebenarnya, itu merupakan cara yang
kritis untuk akhirnya menciptakan manfaat bagi pihak yang berkepentingan. Cara yang
dipakai konsep strategis adalah manajemen strategis, yang memadukan pemasaran
dengan fungsi manajemen yang lain. Salah satu tugas dari manajemen strategis
adalah menghasilkan laba, yang dapat menjadi sumber dana untuk investasi dalam
bisnis dan untuk memberikan penghargaan pihak yang berkepentingan dan
manajemen.
Pada akhirnya konsep strategis pemasaran
telah menggeser fokus pemasaran dari paradigma memaksimalkan mikroekonomi
menjadi fokus pada mengatur kemitraan strategis dan
memposisikan perusahaan di antara para penjual dan pelanggan.
Konsep pemasaran yang diperluas ini
dinamakan pemasaran tanpa pembatas oleh Jack Welch, Ketua dan CEO General
Electric.
Aktivitas pemasaran disebut “4 P”,yaitu “produk (product), harga (price),
promosi (promotion) and saluran distribusi (place). Hal
itu dapat diperluas lagi menjadi “5 P” dengan tambahan riset (probe).
Proses manajemen pemasaran adalah tugas
memfokuskan sumber daya dan obyektif dari organisasi pada kesempatan dalam
lingkungan. Ada 3 prinsip dasar yang mendasari pemasaran.
Perkembangan Konsep Pemasaran
|
KONSEP
|
|||
|
LAMA
|
BARU
|
STRATEGIS
|
|
|
Era
Fokus
Cara
Akhir
Pemasaran adalah
|
Pra – 1960
Produk
Mengumumkan & Menjual
Laba
Penjualan
|
1960 – 1990
Pelanggan
Bauran Pemasaran Terpadu
Nilai
Suatu Fungsi
|
1990 –
Cara melakukan bisnis
Pengetahuan & Pengalaman
Hub. saling menguntungkan
Segalanya
|
Warren Keegen Associates, Inc,.
1994
q Tiga Prinsip Pemasaran.
Inti dari pemasaran dapat diringkas dalam
3 prinsip dasar. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
1.
Mengidentifikasi
tujuan dan tugas pemasaran
2.
Kenyataaan
persaingan dari pemasaran
3.
Bagaimana
cara utama untuk mencapai 2 prinsip pertama (identifikasi & tugas)
PEMASARAN DOMESTIK KE PEMASARAN
GLOBAL/TRANSNASIONAL.
q PEMASARAN DOMESTIK
q Pemasaran yang secara nyata
ditujukan pada pasar dalam negeri disebut pemasaran domestik.
q Perusahaan domestik secara
sadar atau tidak sadar memfokuskan pada pasar domestik dan menghindari
tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.
q PEMASARAN EKSPOR
q Pemasaran ekspor adalah tahap
pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar negeri.
q Pemasar ekspor menjadikan
pasar di luar negeri sebagai sasaran dan menggantungkan diri pada produksi
dalam negeri untuk memasok pasar ini.
q Fokus dalam tahap ini adalah
memanfaatkan produk dan pengalaman dalam negeri.
q Pemasar ekspor yang handal
akan memperlajari pasar sasaran dan mengubah produknya agar sesuai dengan
kebutuhan spesifik dari pelanggan di setiap negara.
q PEMASARAN INTERNASIONAL
q Pemasaran internasional
bertindak lebih jauh lagi dari pemasar ekspor dan menjadi lebih terlibat dalam
lingkungan pemasaran di dalam negeri.
q Pemasar internasional tidak
terlalu menggantungkan diri pada pedagang perantara
q Mereka lebih berminat untuk
mendirikan perwakilan langsung untuk mengkoordinasikan usaha pemasaran di pasar
sasaran.
q Dengan anak perusahaan
disebuah negara, pemasar internasional menciptakan organisasi internal yang
memfokuskan pada pemanfaatan produk dan kompetensi perusahaan tersebut di
negara tadi.
q PEMASARAN MULTINASIONAL
q Mulai dengan memfokuskan pada
memanfaatkan pengalaman dan produk perusahaan.
q Karena difokuskan pada tugas
ini, perusahaan menyadari perbedaan dan keunikan lingkungan dalam
negara tersebut.
q Kemudian melakukan adaptasi
pemasaran perusahaan pada kebutuhan dan keinginan yang unik dari
pelanggan pada negara tsb.
q Organisasi pemasaran
multinasional akan mengembangkan program komunikasi yang unik untuk pasarnya.
q PEMASARAN
GLOBAL/TRANSNASIONAL
q Memfokuskan pada pemanfaatan
asset, pengalaman dan produk yang secara global dan melakukan penyesuaian pada
apa yang benar-benar unik dan berbeda dalam setiap negara.
q Perusahaan global akan
membedakan antara universal dengan global & antara spesifik dengan unik.
TEORI KASUS
Ada 3 teori dasar yang harus dipahami para
mahasiswa dan praktisi pemasaran global, yaitu :
1. Teori Keunggulan
Komparatif ( karya David Ricardo) dari buku Adam Smith yang
berjudul “The Wealth of Nations”.
Teori Keunggulan Komparatif adalah
pembuktian (dgn asumsi tertentu) bahwa sebuah negara dapat untung dari
perdagangan bahkan sekalipun negara itu punya kekurangan absolut atau kelebihan
absolut dalam memproduksi semua barang. ( ada pada catatan tambahan )
2. Teori
Siklus Perdagangan atau siklus perdagangan produk, ditemukan oleh Dr.
Raymond Vernon dari Harvard Business School
3. Teori
Mengidentifikasi Orientasi Bisnis, oleh Dr. Howard Perlmutter dari
Wharton School, University of Pennsylvania.
KEKUATAN YANG MENDORONG DAN MENGHAMBAT
Pertumbuhan ekonomi global yang
mengesankan dalam 50 tahun terakhir telah terjadi karena keseimbangan kekuatan
yg mendorong dan menghambat yang telah bergeser secara signifikan ke arah
kekuatan mendorong.
Kekuatan Yang Mendorong.
Kekuatan Yang Mendorong.
Merupakan kekuatan yang memberikan
kontribusi pada pertumbuhan bisnis internasional
§ Kebutuhan Pasar
§ Teknologi
§ Menurut prof. Theodore Levitt
dari Harvard Business School, mengatakan : “ada kekuatan yang amat besar yang
mendorong dunia ke arah menyatunya hal-hal yang sudah umum, kekuatan tersebut
adalah “Teknologi”.
§ Teknologi menyederhanakan
komunikasi, transportasi dan perjalanan.
§ Teknologi membuat tempat
terpencil dan orang miskin mempunyai hasrat akan pesona modernisasi.
§ Teknologi merupakan factor
universal, seragam, konsisten yang melintasi batas-batas bangsa dan budaya.
§ Biaya
§ Keseragaman dapat menurunkan
biaya riset, rekayasa, desain, kreatif dan produksi di semua fungsi bisnis,
dari rekayasa dan pembuatan sampai pemasaran dan administrasi.
§ Tekanan untuk globalisasi
lebih kuat kalau produk baru melibatkan investasi besar dan pengembangan jangka
panjang. (biaya besar dan lama).
§ Mutu
§ Komunikasi dan Transportasi
§ Daya Tuas
Salah satu kelebihan perusahaan global
adalah kesempatan untuk mengembangkan daya tuas atau keunggulan yang
dimilikinya karena perusahaan itu beroperasi secara simultan di lebih dari satu
pasar nasional. Perusahaan global dapat mengembangkan 5 tipe daya tuas, yaitu :
1. Transfer
Pengalaman
Perusahaan global dapat memperoleh
pengalaman di pasar manapun di dunia. Pengalaman ini dapt diperoleh dari
: strategi, produk, imbauan iklan, praktik manajemen penjualan, ide
promosi dan lainnya yang telah diuji di pasar sebenarnya dan menerapkannya di
pasar lain yang sebanding dengannya.
2. Transfer
Sistem
Perusahaan global dapat memperhalus
perencanaan, analisis, kendali riset, dan system lainnya serta menerapkan
penghalusan tadi di seluruh dunia.
3. Penghematan
Skala
Dalam bidang manufaktur, perusahaan global
dapat mengambil keuntungan dari besarnya volume untuk memperoleh keuntungan
skala pabrik tunggal tradisional dan dapat juga menggabungkan menjadi komponen
produk jadi yang dibuat dalam pabrik secara efisien di negara lain.
4. Pendayagunaan
Sumber Daya
Kekuatan utama perusahaan global adalah
kemampuannya untuk meneropong ke seluruh dunia untuk mencari orang, uang dan
bahan-bahan (seperti lahan, tenaga kerja & modal). Perusahan
global tidak berpengaruh terhadap naik turunnya mata uang.
5. Strategi
Global
Keuntungan paling besar dari perusahaan
global adalah strategi global. Strategi global didasarkan pada peneropongan
lingkungan bisnis dunia untuk mengidentifikasi kesempatan, ancaman,
kecenderungan dan sumber daya.
Strategi global adalah rancangan untuk
menciptakan penawaran yang berhasil dalam skala dunia.
Kekuatan Yang Menghambat.
§ Perbedaan Pasar
§ Sejarah
§ Budaya Organisasi
§ Kendali nasional atau
Hambatan untuk masuk suatu Negara
Kekuatan Yang Mendasari Bisnis
Internasional.
§ Orientasi Manajemen
§ Kerangka Kerja Moneter
Internasional
§ Sistem Perdagangan
Internasional
§ Perdamaian Global
§ Pertumbuahn Ekonomi Domestik
§ Teknologi Komunikasi dan
Transportasi
§ Korporasi Global /
Transnasional
BEBERAPA KONSEP KUNCI
Ada 6 konsep kunci yang memberi dukungan
ke arah pemahaman yang lebih baik mengenai kesempatan dan tantangan dari
pemasaran global. Konsep tersebut adalah strategi, perusahaan di Dunia,
Pengelompokkan, segmentasi dan target pemasaran, kepekaan lingkungan, pengaruh
yang mempersatukan dan membedakan, daur hidup produk/pasar, model daur
perdagangan produk.
Ø Strategi
Strategi telah didefinisikan sebagai
respon yang dipertimbangkan dari sebuah organisasi pada kenyataan dari
organisasi pihak yang berkepentingan dan kenyataan dari lingkungan bisnis.
Tabel dibawah menyajikan sebuah kerangka
kerja konseptual untuk perumusan strategi. Kerangka kerja ini mengidentifikasi
3 dimensi strategi yaitu lingkungan eksternal perusahaan, organisasi
atau lingkungan internal perusahaan dan nilai serta aspirasi dari pihak yang
berkepentingan.
§ Dimensi yang ke-1 adalah Lingkungan
Eksternal Perusahaan. Proses perencanaan strategi memerlukan penilaian
fakta dan asumsi yang menyangkut lingkungan eksternal perusahaan. Penilaian ini
di seputar dimensi makro faktor-faktor ekonomi, sosialbudaya, politik dan
teknologi; disamping juga faktor-faktor mikro dari pasar, biaya, pesaing,
pelanggan dan pemerintah.
§ Penilaian ini harus mencakup
seluruh dunia dan tidak boleh ada pesaing, pasar, pelanggan, atau kecendrungan
yang signifikan sampai terlewatkan. Sehingga penilaian ini harus bersifat
Global, bukan nasional atau regional.
§ Dimensi strategi ke-2 adalah Organisasi.
Proses strategis memerlukan identifikasi asumsi kunci mengenai organisasi,
terutama kekuatan dan kelemahannya.
§ Dimensi startegi ke-3 adalah Nilai
Pihak yang Berkepentingan. Pihak yang berkepentingan adalah orang atau
kelompok yang mempunyai minat dalam hasil dari kegiatan organisasi, yaitu
termasuk pemegang saham, manajer, karyawan pelanggan, anggota masyarakat,
Negara dimana perusahaan beroperasi, dan lainnya. Karena pihak yang
berkepentingan seringkali mempunyai nilai dan minat yang bertentangan,
menyelesaikan masalah ini merupakan tugas manajemen, yang memerlukan
ketrampilan dan bakat berpolitik.
Tahap-tahap pada Proses Perumusan
Strategi.
Ø Tahap ke-1 :
Penilaian kesempatan, ancaman dan
kecendrungan dlm lingkungan; kekuatan dan kelemahan dari organisasi; dan
keinginan dari pihak yang berkepentingan, hasilnya adalah perumusan apa yang
mungkin dilakukan atau alternative yang terbuka bagi organisasi
Ø Tahap ke-2 :
Menentukan tujuan dan sasaran berdasarkan
pada alternatif organisasi mengenai apa yang mungkin dan kepentingan relatif
dari nilai pihak yang berkepentingan.
Ø Tahap ke-3 :
Proses identifikasi kekuatan yang
mendorong bisnis, suatu tahap kritis dari proses tsb. Setiap bidang
strategis yang diidentifikasi penting dan setiap bisnis yang sukses harus kuat
dalam semua bidang yang diidentifikasi. Bisnis yang benar-benar sukses akan
mengidentifikasi bidang kompetensinya sendiri yang menonjol.
Ø Tahap ke-4 :
Persiapan Rencana dan Program Terpadu
dalam setiap bidang fungsional bisnis.
Ø Tahap ke-5 :
Implementasi Rencana. Yaitu mengerahkan
dan menggunakan sumber daya untuk keperluan rencana dan program.
Ø Tahap ke-6 :
Pengendalian, hal ini tumpang tindih
dengan implementasi. Hasil implementasi dibandingkan dengan rencana dan
penyimpangan apapun dari rencana harus ditinjau untuk menentukan
apakah hal ini memerlukan penyesuaian dalam strategi atau perbaikan dalam usaha
implementasi.
Ø Aspek lain yang penting dari
pengendalian sebagai bagian perumusan strategi adalah mengamati lingkungan
ekstranal dan internal disamping itu juga nilai-nilai pihak yang
berkepentingan.
TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN PERUSAHAAN
TRANSNASIONAL : TIPOLOGI DINAMIS
Ada 5 tahap dalam evolusi perusahaan
transnasional, yaitu : Domestik, Internasional, Multinasional, Global dan
Transnasional. Tahap ini menggambarkan perbedaan signifikan dalam strategi,
cara memandang dunia, orientasi dan praktek perusahaan yang berkecimpung di
lebih dari satu Negara. Salah satu perbedaan kunci dalam perusahaan di berbagai
tahap ini adalah orientasi mereka.
Tahap ke-1 : Domestik
Perusahaan tahap 1 adalah domestic dalam
hal focus, visi dan operasinya.
Orientasinya adalah etnosentris.
Perusahaan ini memfokuskan pada pasar, pemasok dan pesaing domestik.
Pengamatan lingkungannya pada lingkungan
domestik, yang sudah dikenal dan dari Negara sendiri.
Moto yang tidak disadari dari perusahaan :
“Bila tidak terjadi di negara ini, hal itu tidak akan terjadi”
Perusahaan tahap 1 yang sedang tumbuh,
kalau sudah mencapai batas pertumbuhan dalam pasar primer, akan melakukan
variasi memasuki pasar, produk, dan teknologi baru, bukan lagi memfokuskan pada
peneterasi pasar internasional
Tahap ke-2 : Internasional
Perusahaan tahap 2 memperluas pemasaran,
prabrik, dan kegiatan lain di luar negari.
Perusahaan tersebut memburu kesempatan
bisnis di luar negeri, walaupun begitu masih tetap etnosentris, atau
berorientasi dalam negeri, dalam orientasi dasarnya.
Tanda dari perusahaan tahap 2 adalah
keyakinan bahwa cara-cara melakukan bisnis, orang, kebiasaan, nilai-nilai, dan
produk negeri sendiri lebih unggul dibandingkan dengan yang ada dimanapun di
dunia.
Fokusnya dari perusahaan tahap 2 adalah
tetap pada pasar dalam negeri.
Tahap 2 merupakan awal dari tahap 4
:”Global”
Kalau perusahaan memutuskan untuk memasuki
pasar internasional, masuk akal ditahap awal untuk memperluas bisnis dan bauran
pemasaran (4P) seluas mungkin sehingga mereka dapat memusatkan belajar mengenai
cara melakukan bisnis di Negara asing.
Tahap ke-3 : Multinasional
Pada waktunya, perusahaan tahap 2 akan
menemukan bahwa perbedaan dalam pasar di seluruh dunia menuntut adaptasi dari
bauran pemasaran agar dapat sukses.
Kalau perusahaan sudah memutuskan untuk
memberikan respon pada perbedaan pasar, perusahaan itu beranjak menjadi
perusahaan tahap 3 Multinasional yang mengejar strategi multidomestik.
Fokus dari perusahaan tahap 3 adalah
multinasional atau dalam istilah strategi disebut multidomestik (artinya
perusahaan itu merumuskan strategi yang unik untuk setiap Negara tempat
perusahaan itu melakukan bisnis).
Orientasi dari perusahaan ini bergeser
dari etnosentris menjadi polisentris.
Orientasi polisentris adalah asumsi bahwa
pasar dan cara melakukan bisnis di seluruh dunia demikian unik, sehingga
satu-satunya cara agar sukses secara internsional adalah melakukan penyesuaian
pada aspek yang berbeda dari setiap pasar nasional
Strategi pemasaran tahap 3 adalah
menyesuaikan bauran pemasaran domestic agar cocok dengan pilihan dan kebiasaan
asing
Contohnya : Philips dari Belanda (1960)
Tahap ke-4 : Global
Perusahaan tahap 4 membuat ancangan
strategi yang cukup besar dari tahap 3 multinasional.
Perusahaan pasti punya strategi pemasaran
global atau strategi menemukan pemasok global, tetapi tidak pernah
kedua-duanya.
Perusahaan itu akan memfokuskan pada pasar
dan sumber daya global dari dalam negeri atau salah satu Negara lain untuk
memasok pasar ini atau akan memfokuskan pada pasar domestik dan sumber daya
dari dunia untuk memasok saluran distribusi domestic.
Contohnya : Harley Davidson dan
Gap. Harley.
Strategi perusahaan global tahap 4 adalah
memenangkan strategi bila sebuah perusahaan dapat menciptakan keunggulan
bersaing dengan membatasi globalisasi dari rantai nilai.
Tahap ke-5 : Transnasional
Perusahaan pada tahap 5 ini jauh lebih
canggih daripada sekedar sebuah perusahaan dengan penjualan, investasi dan
opeasi di banyak Negara. Perusahaan semakin lama semakin mendominasi pasar dan
industri di seluruh dunia ini adalah sebuah perusahaan dunia terpada yang
menghubungkan sumberdaya global dengan pasar global dan membuat laba.
Tidak ada contoh perusahaan transnasiona
yang ‘murni’, tetapi jumlah perusahaan, yang memperlihatkan banyak
karakteristik dan beberapa lagi sebagaian besar karakteristik perusahaan global
bertambah banyak.
Perusahaan tahap ini orientasinya
geosentris. Perusahaan ini mengakui adanya persamaan dan perbedaan, serta
mengadopsi pandangan dunia.
Perusahaan tsb berfikir global dan
bertindak lokal. Perusahaan mengadopsi strategi global yang memungkinkannya
untuk meminimalkan penyesuaian di berbagai Negara yang benar-benar menambah
nilai bagi pelanggan di Negara itu.
Perusahaan tsb melakukan penyesuaian hanya
bila menambah nilai yang ditawarkan.
Pengetahuan dalam transnasional diciptakan
oleh seluruh fungsi di semua lokasi dan dikembangkan bersama serta disebarkan
ke seluruh dunia.
MENYARING ATAU MENGUMPULKAN INFORMASI
Perusahaan tahap 5 secara cermat mengamati
adanya kesempatan dan ancaman di seluruh dunia. Ini adalah dimensi kritis perusahaan
transnasional dan dimensi prestasi kerja yang dapat dicapai oleh perusahaan
apapun. Pengetahuan mengenai perkembangan pasar dan persaingan serta mengenai
kecendrungan ekonomi, budaya, politik, dan teknologi penting secara strategis,
untuk alas an menyerang maupun bertahan
VISI DAN ASPIRASI
Perusahaan tahap 5 pasti tidak puas untuk
berfikir dalam arti beroperasi dalam lingkungan satu Negara atau satu regional
saja. Perusahaan ini menerima kebenaran yang ada di balik moto :”Tumbuh atau
Mati”. Aspirasinya bersifat global : pasar global, pelanggan global, dan
kemampuan untuk tetap menonjol dengan posisi bersaing langsung terhadap pesaing
global yang lain.
TINJAUAN EKONOMI DUNIA
Karakteristik utama dari dunia pemasar
global adalah keanekaragaman lingkungan pemasaran tempat mereka bekerja.
Pemasar global beruntung karena tersedia banyak rangkaian data yang
menggambarkan tiap Negara. Setiap Negara mempunyai sekumpulan data
nasional termasuk perkiraan produk nasional bruto (PNB), produk domestik bruto
(PDB), konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan tingkat harga. Disamping
itu ada juga data demografi seluruh dunia yang menunjukkan jumlah manusia,
distribusinye menurut kategori umur dan kecepatan pertumbuhan populasi. The
statistical Yearbook of the United Nations, berisi data global mengenai
pertanian, pertambangan, manufaktur, konstruksi, produksi dan konsumsi.
Sehingga bisa disimpulkan masalah bagi
pemasar global sebenarnya bukanlah tidak adanya data tetapi terlalu banyaknya
data yang tersedia. Pada bab ini akan mengulas karakteristik yang paling
menonjol dari lingkungan ekonomi untuk menyediakan kerangka kerja dalam
mempertimbangkan lebih lanjut unsure program pemsaran global.
Ekonomi dunia telah mengalami perubahan
revolusioner dalam 50 tahun terakhir. Mungkin perubahan yang paling besar dan
mendasar adalah munculnya “pasar global dan persaingan global”.
Perubahan terus berlangsung di seluruh
dunia, termasuk di Negara sedang berkembang, terdapat 5 perubahan besar yang
mendasar, yaitu :
Ø Perpindahan modal menjadi
kekuatan yang mendorong ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan, sehingga
perpindahan modal dan perdagangan sangat menentukan nilai mata uang (kurs
valuta asing).
Ø Produksi telah “terlepas”
dari tingkat orang yang bekerja. (walaupun tingkat tenaga kerja menurun, tetapi
volume produksi masih tetap terus meningkat)
Ø Produk primer telah
“terlepas” dari ekonomi industri. (hal ini berlawanan dengan masa lalu, yaitu
ketika turunnya harga bahan mentah akan menyebabkan depresi di seluruh dunia
dalam ekonomi industri)
Ø Ekonomi dunia dapat
dikendalikan. Ekonomi makro Negara tidak lagi mengendalikan hasil ekonomi.
Ø “Kontes” selama 75 tahun
antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir. Keberhasilan yang jelas dari
sistem kapitalis dibandingkan model komunis yang terkendali dan terpusat telah
menyebabkan runtuhnya komunisme sebagai sebuah model mengorganisasi kegiatan
ekonomi dan sebagai sebuah ideology.
SISTEM EKONOMI
Di dunia terdapat 3 tipe system ekonomi,
yaitu kapitalis, sosialis dan campuran. Klasifikasi ini didasarkan pada metode
mengalokasikan sumber daya dalam system, yang masing-masing berupa alokasi
pasar, alokasi berdasarkan perintah atau rencana sentral dan alokasi campuran.
Tidak ada contoh yang murni dari system alokasi pasar atau alokasi berdasarkan
rencana sentral. Semua system yang ada sebenarnya adalah alokasi campuran.
· Alokasi
Pasar
Adalah system yang mengandalkan pada
pelanggan atau konsumen untuk mengalokasikan sumber daya. Pilihan atau
pembelian pelanggan di bawah suatu sisitem pasar memutuskan apa yang akan
diproduksi oleh siapa.
System pasar adalah demokrasi ekonomi –
uang memberikan hak pada anda untuk memberikan suara mengenai barang sesuai
dengan pilihan anda. Pelanggan dan konsumen membuat rencana ekonomi dari system
alokasi pasar dengan keputusan mereka membeli dan minat membeli. Contoh Sistem
Alokasi Pasar adalah negara AS, Eropa Barat dan Jepang (mereka
menguasai ¾ Produk Bruto Dunia). Keunggulan yang nyata dari system Alokasi
Pasar adalah dalam menyerahkan barang dan jasa yang diperlukan dan
diinginkan orang telah menyebabkan perluasannya ke mantan dari sisi sosialis.
· Alokasi
Berdasarkan Perintah (Komando)
Dalam system ini, keputusan alokasi sumber
daya (yaitu : produk mana yang harus dibuat dan cara membuatnya) di buat oleh
perencana Pemerintah. Jumlah mobil, sepatu, baju , sepeda motor, televisi dan
ukuran, warna, mutu, sifat dan sebagainya dari setiap produk ditentukan oleh
perencana Pemerintah.
Di bawah system perintah, konsumen bebas
untuk membelanjakan uangnya pada barang yang tersedia, tetapi keputusan
mengenai apa yang dibuat dan oleh karena itu, barang apa yang tersedia dibuat
oleh Perencana Pemerintah.
Contohnya : Mantan Uni Soviet dan Cina,
mereka mengandalkan pada system alokasi perintah. Kedua negara tsb telah
bergeser menjadi system alokasi pasar. Negara Kuba adalah sebuah contoh negara
yang masih menggunakan system ekonomi alokasi perintah.
· Sistem
Campuran
Sebenarnya tidak ada system alokasi pasar
atau perintah yang murni, semua system pasar mempunyai sector perintah dan
system perintah mempunyai sector pasar. Semua system pasar kapitalis
adalah “campuran” (artinya: mereka mempunyai elemen alokasi pasar dan
perintah).
Alokasi perintah dari ekonomi pasar adalah
proporsi produk domestik bruto yang dikenai pajak dan dikeluarkan oleh
pemerintah.
· Produktivitas
di seluruh Dunia
Ada hubungan yang erat antara pertumbuhan
produktivitas tenaga kerja, yang diukur dengan pertumbuhan output yang
dihasilkan per orang dalam tenaga kerja dan bagian investasi dalam PNB.
Tetapi produktivitas tidak secara
eksklusif ditentukan oleh investasi saja. Produktivitas sebagian tergantung
dari manajemen dan tenaga kerja terampil, pendidikan, tingkat pengangguran dan
lainnya.
PERKEMBANGAN PASAR
· Tahap-tahap
dalam Perkembangan Pasar
Pasar negara global berada dalam tahap
perkembangan yang berbeda. PNB per-kapita merupakan dasar segmentasi demografis
yang berguna. Dengan dasar ini, kita telah membagi pasar global menjadi
5 kategori. Negara-negara dalam ke-5 kategori ini mempunyai karakteristik yang
serupa, sehingga tahap-tahap tadi menyediakan dasar bermanfaat untuk melakukan
segmentasi global dan menentukan sasaran pemasaran. Kelima kategori ini
ditunjukkan dalam Tabel dibawah ini :
TAHAP PERKEMBANGAN PASAR
|
KELOMPOK PENDAPATAN
MENURUT PNB PER-KAPITA
|
PNB (1992)
($ miliar)
|
PNB (1992)
Per-Kapita ($)
|
% PNB Dunia
|
Populasi (1992)
(juta)
|
JUMLAH
NEGARA
|
|
Negara Perpendapatan Tinggi
( PNB perkapita > $
12,000 )
|
17.110,0
|
20.906
|
79,9
|
818,44
|
27
|
|
Neg.Perpendptan Menengah-Atas
(PNB/kapita > $2,000 & <
$12,000)
|
2.694,4
|
2.708
|
11,5
|
912,03
|
55
|
|
Neg.Perpendptan Menengah-Bawah
(PNB/kapita > $400 & < $2,000)
|
1.318,2
|
668
|
6,2
|
1.974,37
|
55
|
|
Negara Perpendapatan Rendah
(PNB perkapita < $400)
|
529,5
|
307
|
2,5
|
1.724,17
|
42
|
Negara Perpenghasilan Rendah :
Dikenal juga sebagai “dunia ketiga” atau
negara pra-industri, adalah negara-negara yang mempunyai penghasilan kurang
dari $ 400 per-kapita tahun 1992. Karakteristik yang dimiliki oleh
negara-negara dengan tingkat penghasilan ini adalah sbb:
1.
Industrialisasi
terbatas dan persentase tinggi penduduk dengan pekerjaan di bidang dan hidup
minimal dari pertanian
2.
Tingkat
kelahiran tinggi
3.
Tingkat
buta huruf tinggi
4.
Amat
bergantung pada bantuan luar negeri
5.
Politik
tidak stabil dan banyak gejolak
6.
Terkonsentrasi
di Afrika, sebelah selatan Sahara
Negara-negara ini amat terbatas sebagai
pasar semua macam produk dan tidak signifikan sebagai ancaman bersaing.
Negara Perpenghasilan Menengah-Bawah :
Negara ini juga dikenal sebagai negara
berkembang (NSB), adalah negara-negara yang mempunyai PNB antara $400 dan
kurang dari $2,000 per-kapita di tahun 1992.
Negara ini berada dalam tahap awal
industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk memasok pasar domestik yang
tumbuh dengan barang-barang seperti bahan sandang, baterai, ban, bahan bangunan
dan makanan dalam kemasan. Negara ini juga merupakan lokasi untuk
produksi produk standar dan sudah mencapai tahap dewasa seperti pakaian untuk
pasar ekspor.
Pasar konsumen di negara ini terus meluas.
Mereka merupakan ancaman bersaing yang semakin besar kalau mereka memobilisasi
tenaga kerja yang relatif murah dan sering kali bermotivasi tinggi ke pasar
sasaran di bagian lain dunia. Dalam produk yang sudah mencapai tahap dewasa dan
standar, mereka mempunyai keunggulan bersaing yang besar.
Negara Perpenghasilan Menengah-Atas :
Negara ini juga dikenal sebagai negara
industri baru, yaitu negara-negara yang mempunyai PNB antara $2,001 dan $12,000
perkapita di tahun 1992. Dalam negara ini persentase sektor pertanian menurun
tajam karena penduduk pindah dari sektor pertanian ke sektor industri dan
tingkat urbanisasi meningkat. Banyak negara dalam tahap ini melakukan
industrialisasi secara cepat. Tingkat upah meningkat dan yang melek huruf makin
banyak dengan tingkat pendidikan maju, tetapi tingkat upah mereka masih jauh
lebih kecil dari negara maju. Dengan kemampuan negara maju dan upah
yang lebih rendah, mereka sering kali menjadi pesaing yang kuat dan mengalami
pertumbuhan ekonomi yang cepat yang didorong oleh ekspor.
Negara Perpenghasilan Tinggi :
Dikenal juga sebagai negara maju,
industri, pasca industri atau Dunia Pertama, yaitu negara-negara yang mempunyai
PNB di atas $12,000 perkapita. Dengan pengecualian beberapa negara kaya minyak,
negara kategori ini mencapai tingkat penghasilan sekarang lewat proses
pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan.
Istilah pasca industri pertama kali
diajukan oleh Daniel Bell dari Harvard. Bell mengatakan : bahwa perbedaan yang
terbesar antara masyarakat industri dan pasca industri adalah sumber daya
inovasi di masyarakat pasca industri terutama berasal dari kodifikasi
pengetahuan teoritis bukan dari penemuan “secara acak”.
Karakteristik lain, seperti : kepentingan
di sektor jasa ( > 50% PNB ), tingkat kepentingan yang tinggi dalam
pemrosesan dan pertukaran informasi, dan pengaruh pengetahuan lebih besar
daripada modal sebagai sumber daya strategis, teknologi intelektual lebih besar
dari teknologi mesin, ilmuwan dan professional lebih besar dari insinyur dan
tenaga semi terampil, serta teori dan model lebih besar dari prosedur empiris.
Aspek lain dari masyarakat pasca industri
adalah orientasi ke arah masa depan dan kepentingan antarpribadi dan hubungan
intrakelompok dalam terselenggarannya fungsi masyarakat.
Contoh masyarakat pasca industri (negara
maju) adalah negara Amerika Serikat, Swedia, dan Jepang.
Kesempatan produk dan pasar dalam
masyarakat pasca industri lebih tergantung pada produk baru dan inovasi
daripada dalam masyarakat industri. Semua produk dasar telah dimiliki. Tingkat
kejenuhan rumah tangga amat tinggi, dan pemasar yang ingin mengembangkan
bisnisnya harus memperluas bagian dalam pasar yang ada sekarang, yang selalu
sulit, atau menciptakan pasar baru. Kondisi pasar merupakan insentif untuk
pengembangan produk baru dan penggerak penting untuk kreativitas dan inovasi dalam
masyarakat pasca industri.
POLA KONSUMSI
· Hukum
Engel
Pendapatan merupakan variabel penting yang
mempengaruhi pasar potensial untuk sebagian besar produk. Bagaimana pendapatan
mempengaruhi konsumsi ? Setiap pemasar menyadari hubungan
antara pendapatan dan pola konsumsi, oleh karena itu seringkali menggunakan
segmentasi pendapatan untuk menentukan pasar. Sifat elastisitas pendapatan
untuk makanan pertama kali diamati dan dirumuskan oleh ahli statistic bangsa
Rusia di abad ke-19, yaitu Ernst Engel. Engel menemukan kondisi seragam di
Negara Eropa yang disurveinya.
Kalau pendapatan tumbuh diatas angka
minimum tertentu, pengeluaran untuk makanan dalam persentase pendapatan total
akan menurun, walaupun angka absolute pengeluaran untuk makanan tidak berubah
atau naik.
Pola pengeluaran untuk hal yang penting,
disebut sebagai Hukum Engel dan dibenarkan dengan bukti penelitian anggaran.
· Tingkat
Kejenuhan Produk
Pada umumnya, tingkat kejenuhan produk atu
persentase pembeli potensial atau jumlah rumah tangga yang memiliki
produk tertentu, naik kalau pendaptan nasional per kapita naik. Akan tetapi
dalam pemasaran dengan pendapatan cukup bagi konsumen membeli produk tertentu,
factor lain hanya dipertimbangkan.
Misalnya :
Penjualan penyejuk udara (air
conditioner) dijelaskan dengan pendapatan dan iklim.
- Orang dengan pendapatan
rata-rata di Negara berpenghasilan rendah tidak mampu membeli penyejuk udara
tidak peduli betapa panasnya udara ditempat itu.
- Orang dengan pendapatan
tinggi di iklim yang lebih dingin dapat dengan mudah membeli penyejuk udara,
tetapi tidak mempunyai akan kebutuhan itu.
NERACA PEMBAYARAN
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar
yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk
negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca
pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari
individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca
pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan (yang terdiri dari neraca
perdagangan, neraca jasa dan transfer payment) dan neraca lalu lintas modal dan
finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat
dibedakan dalam dua macam transaksi:
Ø Transaksi debit, yaitu
transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke
luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang
menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
Ø Transaksi kredit adalah
transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke
dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi
yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.
POLA PERDAGANGAN
· Perdagangan
Barang
Ditahun 1990 : Nilai
perdagangan dunia kira-kira AS$ 3,5 triliun, dengan 75% ekspor dunia dihasilkan
oleh Negara industri dan 25% oleh negara berkembang. ME (Eropa) menguasai 40%,
AS & Kanada menguasai 18%, Jepang sekitar 9%. 60% dari Ekspor ME (Eropa)
dan 51% impornya terjadi di antara negara ME(Eropa) sendiri. Bila ME dianggap
sebuah Negara, mereka menguasai 16% ekspor dunia, atau sedikit dibawah AS (40%
dari 40%).
20 negara didunia yang paling banyak dalam
mengekspor dan mengimpor adalah sbb dengan pengecualian Korea dan Cina, semua
adalah Negara berpenghasilan tinggi. Negara tsb adalah : Belanda, Belgia,
Irlandia, Portugal, Spanyol, Eslandia, Austria, Norwegia, Yunani, Perancis,
Italia, Swiss, Inggris, Denmark, Jepang, Swedia, Turki, Finlandia, Cekoslovakia
& Hongaria.
· Perdagangan
Jasa
Mungkin sector pertumbuhan perdagangan
dunia yang paling cepat adalah perdagangan dalam bidang jasa. Sayangnya
statistic dn data mengenai perdagangan jasa tidak selengkap perdagangan barang.
Banyak Negara (NSB) mengalami kerugian dalam menegakkan hak cipta internasional
dan undang-undang paten hingga menyebabkan pemasukan negative dalam bidang jasa
terhadap Negara yang menciptkan produk jasa seperti perangkat lunak dan alat
hiburan video.
ASPEK DASAR BUDAYA
Para ahli anthropologi mempunyai kesamaan
pendapat mengenai 3 karakteristik budaya :
§ Budaya bukan pembawaan sejak
lahir melainkan dipelajari
§ Berbagai bentuk budaya saling
berhubungan (kalau salah satu aspek budaya tersentuh, yan lain ikut
terpengaruh)
§ Dimiliki bersama oleh anggota
kelompok dan menjadi pembatas antara kelompok yang berbeda
Karena budaya mempunyai pengaruh demikian
penting pada tingkah laku pelanggan, akan bermanfaat untuk membahas secara
garis besar asumsi utama yang menyangkut sifat budaya. Berbagai asumsi berikut
ini diambil dari literature anthropologi mutakhir dan secara umum diterima oleh
para ahli anthropologi.
Budaya terdiri atas :
§ Respon, yang dipelajari,
terhadap situasi yang terjadi. Semakin dini respon ini dipelajari, semakin
sulit untuk diubah. Banyak aspek budaya mempengaruhi lingkungan
pemasaran.
Misalnya : “Selera”, merupakan
respon yang dipelajari, yang amat bervariasi dari budaya yang satu ke budaya
lain dan mempunyai dampak besar pada lingkungan pemasaran.
Pilihan pada hal-hal seperti warna dan
gaya dipengaruhi oleh budaya. Misalnya : “.. hijau merupakan warna yang
dijunjung tinggi di negara-negara Islam, tetapi mempunyai konotasi negatif di
Asia Barat Daya, karena dikatikan dengan penyakit. Sementara itu warna “Putih”,
biasanya dihubungkan dengan kemurnian dan kebersihan di Barat, tetapi dinegara
Asia melambangkan kematian. Warna “Merah“ merupakan warna populer di
sebagian negara didunia, tapi tidak diterima baik dibeberapa negara Afrika”.
§ Sikap terhadap seluruh kelas
produk dapat merupakan fungsi budaya. Misalnya : Di Amerika Serikat ada
kecenderungan budaya yang tinggi untuk tertarik dan terkesan oleh produk
inovasi yang mempunyai mutu “perkakas”. Jadi, pisau listrik, sikat gigi
listrik, water-pik (peralatan untuk membersihkan gigi dan gusi
dengan getaran arus air dibawah tekanan tinggi), dan berbagai peralatan
rumah tangga siap dan amat cepat menemukan pasar di Amerika Serikat, walaupun
banyak produk ini sering kali dibeli, digunakan untuk suatu waktu, dan kemudian
diam-diam disingkirkan dan tidak pernah digunakan lagi. Jelas ada kecenderungan
sekelompok kecil orang yang suku membeli produk seperti itu dipasara negara
maju yang lain seperti di Eropa.
§ Hipotesa yang beralasan
adalah bahwa perbedaan ini sebagian diakibatkan oleh perbedaan budaya.
Sekalipun demikian, karena pendapatan di pasar negara maju yang lain dan
Amerika Serikat berbeda, ada juga pengaruh pendapatan pada tingkah laku dan
sikap. Sebenarnya, pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh pemasar yang
sedang mencoba memahami atau memperkirakan tingkah laku adalah “seberapa jauh
factor budaya mempengaruhi tingkah laku yang tidak tergantung dari tingkat
pendapatan ?” Berlimpahnya mobil, makanan siap saji, paket sekali pakai, dan
barang lain di pasar percobaan di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang menunjukkan
bahwa banyak atau mungkin sebagian besar produk mempunyai daya tarik
universal dan akan dibeli di negara manapun, tanpa memperdulikan perbedaan
budaya, apabila pendapatan yang bisa dibelanjakan konsumen sudah mencapai
tingkat cukup tinggi.
q Mencari Budaya Universal
Bagi pemasar internasional pencarian
budaya universal merupakan orientasi yang bermanfaat. Budaya universal adalah
modus tingkah laku yang ada dalam setiap budaya. Sejauh aspek lingkungan budaya
bersifat universal dan bukannya unik, para pemasar internasional dapat
melakukan standarisasi berbagai aspek program pemasarannya seperti rancangan
produk dan komunikasi, yang merupakan unsur pokok dalam program
pemasaran. Untunglah bagi pemasar internasional, karena banyak dari
keanekaragaman budaya di dunia ternyata hanya merupakan cara yang berbeda untuk
mencapai hal yang sama.
Daftar dari sebagian budaya universal
dikembangkan oleh George P. Murdock dan termasuk hal-hal
berikut ini :
Penggolongan umur, olah raga atletik,
hiasan badan, kalender, pelatihan kebersihan, organisasi kemasyarakatan,
memasak, tenaga kerja yang mau bekerja sama, kosmologi, masa berpacaran,
menari, seni dekoratif, firasat, pembagian tenaga kerja, interpretasi mimpi,
pendidikan, etika, etiket, pesta keluarga, membuat api, cerita rakyat, pantangan
makanan, peraturan yang diwariskan, lelucon, kelompok keluarga, hubungan
kekeluargaan, hukum, keajaiban, pernikaha, waktu makan, obat-obatan, kerendahan
hati sehubungan berbagai fungsi alami, musik berkabung, tata nama, perawatan
kehamilan, sanksi hukuman, nama pribadi, kebijakan populasi, pemeliharaan bayi,
adat kehamilan, hal milik, meredakan kemarahan makhluk supernatural, kebiasaan
masa pubertas, ritual keagamaan, peraturan penduduk, larangan seksual, konsep
jiwa, perbedaan status, takhyul, pembedahan, membuat peralatan, perdagangan,
mengunjungi, menghentikan kebiasaan buruk dan kendali iklim.
Dengan bertambahnya tingkat perjalanan dan
komunikasi banyak sikap nasional terhadap gaya dalam pakaian, warna, musik dan
makanan serta minuman menjadi internasional dan bahkan universal.
Internasionalisasi budaya ini secara signifikan telah dipercepat oleh
perusahaan multinasional yang telah mengenali peluang untuk memperluas strategi
produk atau komunikasi ke dalam pasar internasional.
Coca-cola & Pepsi-Cola, Levi Straus,
McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, IBM dan Apple merupakan beberapa contoh
perusahaan Amerika yang mendobrak ciri budaya dengan perluasan
mereka ke pasar internasional yang baru.
q Komunikasi
Kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa
orang lain, seperti disadari setiap orang, bukan hal yang mudah. Kalau bahasa
berubah, ada tantangan dalam komunikasi. Hal ini terjadi terutama kalau bahasa
dan budaya berbeda.
Mungkin bentuk tantangan yang paling besar
dalam komunikasi adalah komunikasi nonverbal, bukannya yang verbal. Masyarakat
Barat cenderung berkomunikasi secara verbal, sedangkan masyarakat Timur
cenderung nonverbal.
Ahli anthropologi Amerika, W.Caudill
melakukan penelitian untuk membandingkan sikap ibu-ibu Amerika dan Jepang dalam
hal mengasuh anak. Salah satu perbedaan yang signifikan adalah ibu-ibu Amerika
berbicara dengan bayi mereka bahkan sebelum mereka mencapai tahap dapat
berbicara, sedangkan ibu-ibu Jepang jarang berbicara dengan anak-anaknya.
Ada harapan besar di kalangan masyarakat
timur bahwa orang akan menangkap tanda-tanda nonverbal dan memahami secara
intuitif tanpa perlu diberi tahu. Banyak eksekutif bisnis dan pemerintah yang
mengalami kekecewaan ketika ekeskutif Jepang mengatakan “ya” pada suatu usulan,
sebenarnya yang mereka maksudkan adalah “Ya, saya mendengar Anda” bukan
“Ya, Saya setuju dengan Anda”.
PENDEKATAN ANALITIS FAKTOR BUDAYA
PENDAHULUAN
Alasan mengapa factor budaya merupakan
tantangan bagi pemasar global adalah bahwa semua ini tidak mudah terlihat.
Budaya merupakan tingkah laku yang dipelajari, yang diturunkan dari satu
generasi ke generasi berikutnya, sulit bagi seseorang dari luar kalangan yang
tidak berpengalaman atau tidak terlatih untuk memahaminya. Kecuali bila kita
belajar cara untuk menyingkirkan asumsi budaya kita, kita tidak akan
sepenuhnya memahami arti dan pentingnya pernyataan maupun tingkah laku orang
dari budaya yang berbeda, yang akan melakukan bisnis dengan kita.
Misalnya :
Bila anda berasal dari budaya yang
mendorong tanggungjawab dan inisiatif, anda dapat salah mengerti dengan seorang
klien atau atasan dari budaya yang menganjurkan agar orang tetap mengendalikan
diri dalam semua kegiatannya. Atasan anda akan mengharapkan diberitahu secara
rinci apa yang anda kerjakan ketika anda mungkin mengambil inisiatif dengan
anggapan bahwa atasan anda akan menghargai kemauan anda untuk bertanggungjawab.
Untuk mengatasi kecadokan budaya, perlu
untuk mengetahui bahwa ada perbedaan budaya dan hal itu dapat dipelajari dan
disatukan dalam dasar pengalaman anda. Ada beberapa factor dasar yang akan
mempercepat kemampuan anda untuk belajar mengenai budaya lain, yaitu :
1. Awal
dari kebijaksanaan adalah menerima bahwa kita tidak akan pernah benar-benar
memahami diri kita sendiri maupun orang lain (manusia terlalu
kompleks untuk “dipahami”). Seperti dikemukan oleh Carl Jung, : “Pada dasarnya
salah pengertian itu tidak ada, salah pengertian hanya ada dalam
bidang yang kita anggap “mengerti”.
2. system
persepsi kita amat terbatas. Kita nyaris tidak “melihat” apa-apa. System syaraf
kita terorganisasi dengan prinsip umpan balik negatif (artinya : system syaraf
kita bekerja demikian halus, sehingga system kendali kita hanya diaktifkan
kalau ada sinyal masukan yang berbeda dari apa yang kita harapkan).
3. kita
menghabiskan sebagian besar energi untuk mengelola masukan persepsi
4. kalau
kita mengalami atau menangkap tingkah laku aneh, ada sesuatu di belakang
tingkah laku ini (yaitu system budaya keyakinan dan nilai yang tidak kita
pahami)
5. bila
kita ingin menjadi efektif dalam budaya asing, kita harus mencoba memahami
keyakinan, motif dan nilai. Hal ini memerlukan sikap terbuka, sikap yang berada
di atas budaya kita sendiri.
Kriteria Referensi Diri Sendiri
Salah satu cara sistematik untuk
mengurangi sejauh mungkin persepsi kita mengenai kebutuhan pasar yang terhambat
oleh pengalaman budaya kita sendiri, dikembangkan oleh James Lee. Lee
menamakan referensi yang tidak disadari terhadap nilai budaya orang itu adalah
Kriteria Referensi Diri Sendiri atau disingkat dengan SRC (Self-reference
criteria). Dia mengupas masalah ini dan mengusulkan kerangka kerja
sistematik terdiri dari 4 langkah untuk menghilangkan bentuk kecadokan ini,yaitu:
1. Tentukan
masalah atau sasaran dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma negara
sendiri.
2. Tentukan
masalah atau sasaran dalam arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma negara
asing.
3. Pisahkan
pengaruh SRC dalam masalah dan telitilah dengan hati-hati untuk mengetahui
bagaimana hal itu mempersulit masalah.
4. Tentukan
ulang masalah tanpa pengaruh SRC dan pecahkan untuk situasi pasar luar negeri.
Lee memberikan contoh penerapan pendekatan
analitis berikut ini.
Sebuah perusahaan pembuat mobil menarik
operasi perakitan dari Karachi di bawah tekanan pemerintah. Dengan menganggap
tekanan ini sebagai awal dari masalah rancangan produk, bagaimana perusahaan
melanjutkan langkahnya pada saat memasuki pasar Pakistan ?
Langkah-1.
Tentukan masalah bisnis atau sasaran dalam
arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma domestik.
Negara-negara Barat mempunyai
karakteristik kebutuhan transportasi yang cepat, tepat, nyaman dan gaya. Jalan
raya di negara maju menuntut kecepatan jelajah 95 sampai 110 km per-jam, dan
bensin dengan nilai Oktan 80 sampai 100 tersedia di pasar. Teknik pembuatan
amat rumit, menukarkan mata uang asing bukan masalah bagi pengusaha
Langkah-2.
Tentukan masalah bisnis atau sasaran dalam
arti sifat-sifat budaya, kebiasaan atau norma negara asing.
Jangan membuat pendapat atas
nilai-nilai. Pakistan mempunyai budaya dengan cirri-ciri keinginan besar untuk
mudah berpindah-pindah tetapi dengan tingkat keterampilan teknologi yang
rendah. Di situ ada tekanan kuat dalam menukarkan mata uang asing. Kredit
konsumen merupakan harapan masa depan.
Langkah-3.
Pisahkan pengaruh SRC dalam masalah dan
telitilah dengan hati-hati untuk mengetahui bagaimana hal itu mempersulit
masalah. Perbedaan signifikan antara langkah 1 dan 2 menyatakan dengan kuat
bahwa kebutuhan berdasarkan pada model negara maju tidak ada di Pakistan dan bahwa
modifikasi dari model ini diperlukan oleh pasar
Langkah-4.
Tentukan ulang masalah tanpa pengaruh SRC
dan pecahkan untuk situasi pasar luar negeri.
Ini memerlukan rancangan sebuah mobil yang
cocok dengan budaya dan spesifikasi ekonomi Pakistan. Lee mempertahankan bahwa
mobil seperti itu harus dibuat dari baja bersudut, beralur dan bergaris.
Investasi modal dari Pakistan akan sebesar $100,000 dalam mata uang kuat
dan dalam jumlah setara dalam bentuk mata uang local untuk setiap
kapasitas produksi 1.000 unit per-tahun. Mobil tersebut akan dijual dengan
harga kira-kira $2.000, dengan kecepatan jelajah sekitar 65 km per-jam dan akan
dapat menempuh sekitar 30 km menggunakan satu liter bensin beroktan rendah.
NEGOSIASI
Negosiasi adalah suatu
bentuk interaksi sosial antara beberapa pihak yang bertujuan untuk mencapai
kesepakatan bersama yang dianggap menguntungkan pihak-pihak yang bernegosiasi.
Orang yang melakukan kegiatan negosiasi disebut dengan negosiator.
Kegiatan negosiasi digunakan di berbagai
bidang kehidupan, dan biasanya menyangkut permasalahan banyak orang. Misalnya
dalam dunia bisnis dan organisasi, aktivitas pada kedua bidang ini tidak pernah
lepas dari proses negosiasi.
Secara Etimologi, kata negosiasi berasal
dari bahasa Inggris yaitu “to negotiate” dan “to be
negotiating” yang artinya membicarakan, merundingkan, atau menawar.
Kata tersebut kemudian memiliki turunan lain yaitu “negotiation” yang
artinya menjelaskan aktivitas membicarakan atau merundingkan sesuatu dengan
pihak lain untuk mencapai kesepakatan.
Tujuan Negosiasi
Setiap kegiatan negosiasi pasti ada tujuan
yang ingin dicapai oleh pihak-pihak yang bernegosiasi. Adapun tujuan negosiasi
adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
mencapai suatu kesepakatan yang dianggap menguntungkan semua pihak.
2.
Untuk
menyelesaikan suatu masalah dan menemukan solusi dari masalah yang tengah
dihadapi pihak-pihak yang bernegosiasi.
3.
Untuk
mencapai suatu kondisi yang saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang
bernegosiasi dimana semuanya mendapatkan manfaat (win-win solution).
Manfaat Negosiasi
1.
Terciptanya
suatu jalinan kerjasama antara satu pihak dengan pihak lainnya untuk mencapai
tujuan masing-masing.
2.
Adanya
saling pengertian antara masing-masing pihak yang bernegosiasi mengenai
kesepakatan yang akan diambil dan dampaknya bagi semua pihak.
3.
Negosiasi
bermanfaat bagi terciptanya suatu kesepakatan bersama yang saling menguntungkan
bagi semua pihak yang bernegosiasi.
4.
Terciptanya
suatu interaksi yang positif antara pihak-pihak yang bernegosiasi sehingga
jalinan kerjasama akan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi banyak orang.
PRODUK INDUSTRI
Produk industri (business products), adalah
barang yang akan menjadi begitu luas dipergunakan dalam program pengembangan
pemasaran. Barang industri juga dapat dirinci lebih lanjut jenisnya antara lain
sebagai berikut.
· Bahan
mentah, yaitu barang yang akan menjadi bahan baku secara fisik untuk
memproduksi produk lain, seperti hasil hutan, gandum, dan lain sebagainya.
· Bahan
baku dan suku cadang pabrik, yaitu barang industri yang digunakan untuk suku
cadang yang aktual bagi produk lain, misalnya mesin, pasir, dan lain
sebagainya.
· Perbekalan
operasional, yaitu barang kebutuhan sehari-hari bagi sektor industri, misalnya
alat-alat kantor, dan lain-lain.
PRODUK KONSUMEN
Produk konsumsi (consumer products) adalah
barang yang dipergunakan oleh konsumen akhir atau rumah tangga dengan maksud
tidak untuk dibisniskan atau dijual lagi. Barang-barang yang termasuk jenis
produk konsumsi ini antara lain sebagai berikut:
· Barang
kebutuhan sehari-hari (convenience goods), yaitu barang yang umumnya sering
kali dibeli, segera dan memerlukan usaha yang sangat kecil untuk memilikinya,
misalnya barang kelontong, baterai, dan sebagainya.
· Barang
belanja (shopping goods), yaitu barang yang dalam proses pembelian dibeli oleh
konsumen dengan cara membandingkan berdasarkan kesesuaian mutu, harga, dan
model, misalnya pakaian, sepatu, sabun, dan lain sebagainya.
· Barang
khusus (speaciality goods), yaitu barang yang memiliki ciri-ciri unik atau merk
kas dimana kelompok konsumen berusaha untuk memiliki atau membelinya, misalnya
mobil, kamera, dan lain sebagainya.
HUKUM INTERNASIONAL
Hukum internasional adalah bagian Hukum
yang mengatur aktivitas entitas berskalaInternasional. Pada awalnya, Hukum
Internasional hanya diartikan sebagai perilaku dan hubungan antarnegara namun
dalam perkembangan pola hubungan internasional yang semakin kompleks pengertian
ini kemudian meluas sehingga hukum internasional juga mengurusi struktur dan
perilaku organisasi internasional dan pada batas tertentu, perusahaan
multinasional dan individu.
ORGANISASI KAWASAN
Organisasi kawasan (OK) adalah Organisasi
Internasional (OI) yang beranggotakan beberapa negara dan mencakup badan
Geopolitik yang operasinya tidak memandang batas Negara-Bangsa. Keanggotaannya
ditentukan oleh batas geografi tertentu seperti benua atau batas geopolitik
seperti Blok Perdagangan.
LISENSI
Lisensi merupakan pemberian izin untuk
melakukan produksi suatu produk atau jasa tertentu, yang mana produk atau jasa
itu sebelumnya telah dipatenkan oleh yang menciptakannya pertama kali.
Lisensi juga sering diartikan sebagai
suatu bentuk pemberian izin untuk memanfaatkan pertama kali. Lisensi dapat juga
diartikan sebagai suatu bentuk pemberian izin untuk menggunakan hak atas
kekayaan intelektual, dimana dapat diberikan pemberi lisensi kepada penerima lisensi
dengan maksud supaya penerima lisensi dapat melakukan aktivitas usaha atau
memproduksi produk tertentu dengan memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual
yang dilisensikan.
Sebagian besar perusahaan mempunyai satu atau lebih dari tujuan-tujuan berikut pada saat mereka menegosiasikan sebuah perjanjian lisensi untuk memakai pemberian lisensi tersebut sebagai sebuah metode untuk memakai pemberian lisensi tersebut sebagai sebuah metode untuk menembus pasar asing salah satunya adalah sebagai berikut :
- Memperoleh
pendapatan dari hak paten yang dimiliki perusahaan, merek dagang, dan
akumulasi kecakapan teknis.
- Mendapatkan
sejumlah keunggulan taktis dan strategi dalam pemasaran produknya di pasar
asing.
- Memperoleh
kecakapan teknis timbal-balik dan pengembangan riset dari perusahaan
asing.
- Mendapatkan
suatu tempat berpijak di dalam pasar yang akan digunakan di kelak kemudian
hari untuk bergerak ke dalam bentuk aktivitas pemasaran lainnya yang
berbasiskan pasar asing.
- Perusahaan
ingin memiliki suatu kehadiran produksi di pasar asing, namun tidak
berniat atau tidak sanggup melakukan investasi modal.
- Memberikan
kontribusi kepada pembangunan ekonomi di mana dibutuhkan.
Kelebihan Lisensi :
- Dapat
mengurangi kebutuhan riset terhadap pasar lokal.
- Mendukung
produk secara kuat dalam pasar yang baru.
Kelemahan Lisensi :
· Dapat
kehilangan kendali/kontrol pada keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan.
· Perusahaan
penerima lisensi dapat menjadi pesaing baru bagi perusahaan pemberi lisensi.
ANTI TRUST
Hukum atau Undang-Undang
"Antipakat" (antitrust) atau hukum/undang-undang persaingan,
merupakan peraturan melawan kebiasaan dagang yang merendahkan persaingan atau
dianggap tidak adil.
SISTEM KEUANGAN INTERNASIONAL
Keuangan internasional (juga
disebut ekonomi moneter internasional atau ekonomi makro
internasional) adalah cabang ekonomi keuangan yang mempelajari
keterkaitan dua negara atau lebih dari sisi moneter dan ekonomi
makro. Keuangan internasional mempelajari
dinamika sistem keuangan global, sistem moneter
internasional, neraca pembayaran, nilai tukar, investasi asing
langsung, dan hubungannya dengan perdagangan internasional.
Keuangan internasional, kadang disebut
keuangan multinasional, menangani manajemen keuangan internasional.
Investor dan perusahaan multinasional harus menilai dan mengelola
risiko internasional seperti risiko politik dan risiko valuta
asing, termasuk keterpaparan transaksi, keterpaparan ekonomi, dan keterpaparan
penerjemahan.
Contoh konsep utama dalam keuangan
internasional adalah model Mundell–Fleming, teori wilayah mata uang
optimum, paritas daya beli, paritas suku bunga, dan efek Fisher
internasional. Kajian perdagangan internasional menggunakan
konsep-konsep ekonomi mikro, sedangkan penelitian keuangan internasional
menggunakan konsep-konsep ekonomi makro.
IMPLIKASI BISNIS AKIBAT FLUKTUASI
NILAI TUKAR
Fluktuasi mata uang adalah hasil alami
dari sistem nilai tukar yang berubah-ubah yang merupakan norma dari sebagian
besar perekonomian utama. Nilai tukar satu mata uang terhadap yang lain
dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknis. Termasuk diantaranya
jumlah pasokan dan permintaan dari dua mata uang tersebut, kinerja ekonomi,
prospek inflasi, perbedaan suku bunga, arus modal, dukungan teknis dan tingkat
resistensi, dan sebagainya. Karena faktor-faktor ini umumnya dalam keadaan
fluks terus-menerus maka nilai mata uang berfluktuasi dari waktu ke waktu.
Namun, walaupun tingkat mata uang sebagian besar seharusnya ditentukan oleh
ekonomi yang mendasarinya, hal ini sering berubah-ubah, karena gerakan besar
dalam mata uang juga bisa mendikte nasib perekonomian suatu negara.
Implikasi terhadap kegiatan bisnis ini
mengacu pada perdagangan internasional seperti ekspor atau impor. Secara umum,
mata uang yang lebih lemah akan merangsang ekspor dan membuat impor lebih mahal
sehingga bisa mengurangi defisit perdagangan suatu negara dari waktu ke waktu.
Depresiasi mata uang domestik adalah alasan utama mengapa bisnis ekspor tetap
kompetitif di pasar internasional. Sebaliknya mata uang yang lebih kuat dapat
mengurangi daya saing ekspor dan membuat impor lebih murah sehingga dapat
menyebabkan defisit perdagangan semakin besar yang akhirnya melemahkan mata
uang. Tapi sebelum ini terjadi, sektor industri yang sangat berorientasi ekspor
dapat hancur oleh mata uang yang terlalu kuat.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar